Serikat Buruh Siap Dukung Tokoh Muda Kabupaten Bogor untuk Duduk di Kursi DPD RI

Serita buruh menyatakan dukungannya kepada Tokoh Muda Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar alias Gus Udin untuk duduk di kursi DPD RI.

Editor: Damanhuri
istimewa
Buruh dukung Tokoh Muda Kabupaten Bogor kembali menjadi senator atau anggota DPD RI 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( FSPKEP-KSPI ) menyatakan dukungannya kepada Tokoh Muda Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar alias Gus Udin untuk duduk di kursi DPD RI.

"Beliau kami dorong menjadi anggota DPD RI mewakili Kabupaten Bogor. Siap dukung, kawan-kawan?," ujar Ketua DPC FSPKEP KSPI Kabupaten Bogor, Mujimin saat Musyawarah Cabang (Muscab) VII DPC FSPKEP KSPI Kabupaten Bogor di Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/7/2022)

Dukungan tersebut disampaikan Mujimin saat Gus Udin yang merupakan Anggota Tim Percepatan Pembangunan Strategis (TPPS) Kabupaten Bogor menjadi narasumber dalam Muscab, membahas kondisi perekonomian di Bogor.

Menurutnya, Gus Udin yang bertugas membantu Ade Yasin saat menjadi Bupati Bogor telah banyak memperjuangkan kaum buruh dalam hal regulasi.

"Kita sebagai masyarakat Bogor, selalu diberikan jalan dalam regulasi-regulasi saat beliau mendampingi Bu Ade Yasin memimpin Bogor. Walaupun belum bisa memuaskan semua buruh," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Gus Udin mengingatkan bahwa kaum buruh memiliki kontribusi tinggi pada sektor perekonomian. Sehingga, pemerintah menilai bahwa kaum buruh merupakan penentu keberhasilan pembangunan.

"Jadi jangan hanya dilihat sebelah mata, terkadang buruh hanya di pandang faktor peningkat produksi, padahal kalau kita ingin melihat buruh adalah faktor penopang utama daripada ekonomi," kata Gus Udin.

Namun, menurutnya pandemi COVID-19 membuat angka pengangguran di Kabupaten Bogor melonjak menjadi 12,22 persen dari total 5,48 juta penduduk atau sekitar 480 ribu jiwa menganggur.

"Jadi kita dari pemerintah terus berusaha menyiapkan lapangan pekerjaan agar bisa merekrut sejumlah pengangguran dari pada 12,22 persen itu," ujarnya yang juga merupakan salah satu dosen Ilmu Politik di Universitas Djuanda Bogor.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved