Pasca Ambruk Tertimpa Longsor, BPBD Kota Bogor Tanggung Huntap Warga Kampung Got

Bantuan terus mengalir untuk warga Kampung Got RT 002 RW 008, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, yang terdampak bencana.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Kondisi Rumah M (52) yang tertimbun longsor pada Jumat (15/7/2022) lalu. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Pasca dua unit rumah tertimbun longsor di Kampung Got RT 002 RW 008, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, bantuan silih berdatangan.

Bantuan itu terus berdatangan pasca kejadian pada Jumat (15/7/2022) dimana seorang ibu berinisial M (52) dinyatakan meninggal dunia karena tertimbun bongkahan tembok longsor yang menimpa rumahnya.

Bahkan, saat ini, bantuan perbaikan rumah sedang diajukan dan diupayakan oleh jajaran pemerintahan setempat.

Namun, saat ini, keluarga M (52) sementara dipindahkan untuk mengisi  rumah yang berada tepat di depan rumahnya yang ambruk tertimpa longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor (BPBD) Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas menjelaskan, bantuan yang berdatangan ini berasal dari berbagai instansi.

"Ini kebetulan ada temen temen dari Jasa Marga mereka ada bantuan jumlahnya banyak banget. Yang jelas secara simbolis ke korban kemarin dan rumah diatas," kata Theo kepada TribunnewsBogor.com saat dijumpai di kediaman M (52), Minggu (17/7/2022).

Menurut Theo, bantaun yang jumlahnya banyak itu, disalurkan kepada rumah yang terdampak bencana salah satunya yang terjadi di Kampung Got.

Disamping, kata Theo, bantuan pun menyebar kepada 25 titik terdampak bencana alam yang terjadi pada saat bersamaan.

"Iya jadi merata ke semua titik lokasi bencana di Kota Bogor," tambah Theo.

Theo pun memastikan, dalam waktu beberapa waktu ke depan, keluarga M (52) ini akan mengisi hunian sementara yang akan ditanggung oleh BPBD.

"Rumah yang jebol gabisa diisi. BPBD punya program hunian sementara. Kita sudah koordinasi dengan RT RW, LPM, diungsikan sekitar sini yang kira kira bisa diisi. Kita anggarkan kontrak dalam jangka 2-3 bulan," jelas Theo.

Theo pun akan tetap mengusahakan agar perbaikan rumah segera bisa terealisasikan.

"Kita buat surat keterangan ke Dinas Perumkim untuk Bangunan Sensus Tempat Tinggal (BSTT) dan untuk perbaikan rumahnya secara permanen," tandasnya.

Sementara itu, putra dari M (52) mengucapkan rasa terimakasihnya atas bantuan yang diberikan dan datang dari berbagai pihak.

"Dari kemarin alhamdulilah bantuan datang ga berhenti-berhenti," kata Ardi putra kedua dari M saat disambangi di kediamannya.

Saat ini, sambung Ardi, dirinya dan keluarganya akan mengisi hunian sementara di depan rumahnya.

"Ini kebetulan kosong rumahnya (depan rumah nya yang ambruk). Jadi, kami disini dulu. Sambil mungkin nanti nunggu perbaikan rumah," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved