Polbangtan Bogor

Siapkan Agroeduwisata, Polbangtan Kementan Tanam Aneka Jenis Durian Terkenal di Lahan Kosong

bahwa dalam jangka panjang, segala pemanfaatan lahan kosong di wilayah kampus akan difokuskan pada agroeduwisata.

Istimewa/Polbangtan Bogor
Detia Tri Yunandar, Direktur Polbangtan Bogor menanam pohon durian di lahan kosong. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghasilkan skala ekonomi yang jauh lebih besar.

Di antaranya melalui  pemanfaatan lahan kosong.  

Salah satunya dengan membuat konsep urban farming atau memanfaatkan lahan- lahan kosong dengan memanfaatkan sentuhan teknologi dan digitalisasi.

Hal ini pun ditindaklanjuti oleh segenap jajaran civitas akademika Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor  yang melakukan aksi tanam pohon durian di lahan belakang Kampus Cibalagung Jumat (15/7/2022) lalu.

Detia Tri Yunandar, selaku Direktur Polbangtan Bogor mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang selama ini terabaikan.

"Kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal untuk memperkuat kekompakan dan pengembangan sense of belonging pegawai terhadap institusi Polbangtan Bogor," ujarnya.

Detia menambahkan, bahwa dalam jangka panjang, segala pemanfaatan lahan kosong di wilayah kampus akan difokuskan pada agroeduwisata.

“Penanaman pohon durian ini menjadi tujuan jangka panjang periode ini untuk pengembangan agroeduwisata kebun durian. Layaknya pepatah mengatakan, janganlah kita meninggalkan air mata, tetapi harus meninggalkan mata air. Adapun jenis durian yang ditanam adalah Durian Musang King, Durian Duri Hitam, Durian Matahari, dan Durian Bawor," imbuhnya.

Apa yang disampaikan Detia, sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi  Nursyamsi yang mengatakan ke depan petani milenial harus mampu merefleksikan semangat kebangkitan dan kejayaan negara agraris sebagai jalan dan upaya pemerintah menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

"Iklim ekspor kita harus dibuka seluas luasnya. Pertanian Indonesia harus didukung SDM unggul, supaya mampu berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi yang kita siapkan," kata Dedi Nursyamsi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved