Pengacara Duga Brigadir J Dianiaya Sebelum Ditembak, Ahli Forensik Bongkar Fakta Ini soal Luka Sayat

Menurut sang pengacara, selain lubang bekas tembakan peluru, ada banyak luka sayatan di tubuh Brigadir J, ahli forensik bongkar fakta mengejutkan

Penulis: Uyun | Editor: Soewidia Henaldi
kolase Youtube TVOne News/Tribunnews
ahli forensik bongkar fakta soal luka sayat pada tubuh korban Brigadir J. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ahli forensik dari RSCM membongkar dugaan penganiayaan yang terjadi pada Brigadir J sebelum tewas ditembak di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif, Irjen Ferdy Sambo..

Dugaan penganiayaan ini pertama kali diungkap pengacara keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak.

Menurut sang pengacara, selain lubang bekas tembakan peluru, ada luka sayatan di tubuh Brigadir J.

Maka dari itu, pengacara meminta agar makam Brigadir J dibongkar guna dilakukan autopsi ulang pada Brigadir J.

Mengenai hal tersebut, kepala forensik RSCM, Dr dr Ade Firmansyah SpF menyampaikan penjelasan.

Menurutnya, saat autopsi, para dokter frensik akan melihat dan membandingka luka sebelum dan setelah kematian yang ada di tubuh jenazah.

"Pada saat ini kita memeriksa luka pada tubuh jenazah, kita melihat luka terjadi sebelum kematian atau terjadi setelah kematian. Ada luka intra vital, ada luka post mortem," papar sang ahli forensik, dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube TVOneNews, Kamis (21/7/2022).

Baca juga: Terkuak Bukti CCTV di Rumah Ferdy Sambo, Pengacara Duga Brigadir J Tewas Pukul 10.00-17.00 WIB

Ciri-ciri luka sebelum dan setelah kematian pun akan berbeda.

"Luka-luka intra vital ini ciri-cirinya, seperti ada luka dalam di bawah luka tersebu, karena pembuluh darahnya pecah.

Sedangkan luka setelah kematian, biasanya terjadi saat pada kasus mutilasi," tambahnya.

Kemudian, sang host memaparkan soal luka-luka sayatan yang ada pada tubuh Brigadir J yang dicurigai pengacara sebagai luka dugaan penganiayaan.

Ibunda Brigadir J yang tewas baku tembak dengan Bharada E histeris lihat kondisi jasad anaknya.
Keluarga curigai luka sayatan pada tubuh Brigadir J, diduga korban sempat dianiaya sebelum ditembak (Kolase Tribunnews.com)

Mengetahui hal itu, ahli forensik menyebut saat melakukan autopsi, tentu akan banyak menyayat tubuh korban.

Apalai diketahui jenazah Brigadir J ini sempat dilakukan autopsi pertama.

"Di setiap kasus luka tembak, lazim bagi dokter forensik untuk melakukan evakuasi proyektil peluru dengan menyayat tubuh korban,"

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved