Tak Cukup Minta Maaf, Ridwan Kamil Desak Pelaku yang Paksa Bocah SD Cabuli Kucing Diberi Sanksi

Ridwan Kamil meminta agar para pelaku yang membuat bocah berumur 11 tahun di Kabupaten Tasikmalaya itu depresi diberi sanksi dan hukuman berat.

Upi.com
Ilustrasi - bocah SD yang meninggal karena dipaksa cabuli kucing, Ridwan Kamil desak pelaku dihukum berat 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kasus bocah SD yang tewas usai dipaksa men cabuli kucing oleh teman-temanya mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil meminta agar para pelaku yang membuat bocah berumur 11 tahun di Kabupaten Tasikmalaya itu depresi dan meninggal itu diberi hukuman berat.

Ridwan Kamil menegaskan bahwa pelaku agar tetap mendapat sanksi sesuai dengan asas kemanusiaan dan peraturan, walaupun masih berusia anak-anak.

"Ini mudah-mudahan tidak terulang lagi dan tetap harus ada sanksi konsekuensi kepada yang melakukan, walaupun masih di bawah umur, tentu dengan azas-azas kepatutan kemanusiaan, tapi tetap harus ada pelajaran bagi mereka yang melakukannya," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kamis (21/7) malam.

Ia mengatakan mengutuk kejadian bully tersebut dan seharusnya pihak sekolah bisa bertanggung jawab penuh atas kasus yang menimpa seorang muridnya teraebut.

"Saya mengutuk keras kejadian di Tasikmalaya ini. Tanggung jawab dari lingkungan terdekat yaitu sekolah, kepala sekolah, para guru, harus bertanggung jawab penuh karena orang tua menitipkan anaknya ke sekolah untuk dijaga, untuk edukasi," katanya.

Baca juga: Nasib Pilu Bocah SD Dipaksa Setubuhi Kucing Sampai Meninggal, 4 Temannya Asik Merekam

Ia mengatakan orang tua di mana pun juga harus mampu mendidik anaknya menanamkan nilai-nilai karakter.

Ia mengatakan di rumah, orang tua adalah guru, sedangkan di sekolah, guru adalah orang tua.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Kkutuk keras aksi pelaku yang paksa bicah SD cabuli kucing. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

"Saya adalah survivor (penyintas, red) dari bully zaman SMP. Pak gubernur ini korban bully, jadi saya merasakan betul rasanya di-bully.  Oleh karena itu tanggung jawab paling utama adalah di lingkungan terdekat yaitu guru dari sekolah," katanya. 

Ia menuturkan telah memerintahkan tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Jabar untuk menindaklanjuti dan melakukan pendampingan kasus bully tersebut.

Baca juga: Dikira Kucing Terlantar Depan Masjid, 3 Santri Ini Lari Ketakutan Usai Buka Bungkusan Kain

Kronologi Kejadian

Sebelumnya diberitakan, seorang anak SD kelas V di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia akibat depresi.

Penyebabnya korban diduga dipaksa teman sepermainannya men cabuli kucing.

Kejadian tersebut direkam melalui video dan rekamannya kemudian menyebar di media sosial. Korban pun merasa malu dan tertekan hingga akhirnya mengalami depresi.

Stop bullying
Stop bullying (Website)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved