'Jangan Kecewain Ibumu ya' Kata Ade Armando Sambil Salami Terdakwa Pengeroyoknya dan Beri Maaf

Dosen Universitas Indonesia Ade Armando memaafkan Al Fikri, terdakwa pengeroyokan yang menganiaya dirinya.

Editor: Vivi Febrianti
Tribunnews/Naufal Lanten
Al Fikri Hidayatullah (kiri), terdakwa kasus pengeroyokan, bersalaman dengan Ade Armando (kanan) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2022). Ade Armando menjalani persidangan sebagai saksi atas kasus pengeroyokan yang menimpa dirinya saat demonstrasi di depan Gedung DPR beberapa waktu lalu. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dosen Universitas Indonesia Ade Armando menjadi saksi pada persidangan kasus pengeroyokan dirinya, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2022).

Majelis hakim sempat menskors sidang sekira pukul 17.00 WIB. Alasannya, seorang hakim anggota belum sempat makan hingga waktu Salat Asar.

Pada momen ini, seorang terdakwa pengeroyokan, Al Fikri Hidayatullah, datang menghampiri Ade Armando. Ia bersalaman dengan Ade dan meminta maaf atas tindakannya.

“Minta maaf ya, Bang,” kata Al Fikri.

“Iya sama-sama. Saya percaya kamu itu anak baik.”

“Berbakti sama ibu. Jangan kecewain ibu ya,” jawab Ade Armando.

Baca juga: Tak Mau Nonton Video Pengeroyokan Dirinya, Ade Armando Nangis Ingat Istri : Saya Hampir Ditelanjangi

Tak lama setelah itu, ibu terdakwa pun turut bersalaman dengan Ade Armando. Wanita itu mengenakan pakaian pink dengan kerudung bercorak warna ungu.

"Kalau ibunya enggak ngomong sama saya, saya enggak tahu," ucap Ade.

Agenda sidang kemarin adalah pembuktian dari jaksa penuntut umum. Enam terdakwa didakwa melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap Ade.

Keenam terdakwa adalah Marcos Iswan bin M Ramli, Komar bin Rajum, Abdul Latif bin Ajidin, Al Fikri Hidayatullah bin Djulio Widodo, Dhia Ul Haq bin alm Ikhwan Ali, dan Muhammad Bagja bin Beny Burhan.

"Dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang, menyebabkan orang luka pada tubuhnya," kutipan dakwaan jaksa.

Pengeroyokan terhadap dosen Universitas Indonesia itu terjadi di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat pada 11 April 2022, sekitar pukul 15.00 WIB.

Atas perbuatannya, Marcos, Komar, Abdul, Al Fikri, Dhia Ul Haq, dan Bagja didakwa melanggar Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer dan pasal 170 Ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan subsider.

Baca juga: Kemungkinan Damai dengan Muannas dan Ade Armando, Sekjen PAN: Ikut Aturan Hukum

Kronologi

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved