Kisah Kakek Penolong di Sungai Cileungsi Bogor, Ikhlas Bantuin Orang dari Derasnya Terjangan Air

Kisah seorang kakek yang berprofesi sebagai penarik rakit di Sungai Cileungsi Kabupaten Bogor.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Misna (60) kakek yang berjasa dalam penyebrangan Sungai Cileungsi, Gunungputri, Kabupaten Bogor, menggunakan rakit di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, Kamis (28/7/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Jauh diujung perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi tersimpan kisah seorang pria paruh baya yang gigih menarik besi baja untuk mendorong rakit yang menjadi alat transportasi penyebrangan di Sungai Cileungsi.

Jalan untuk mencapai wilayah perbatasan tersebut masih terbatas, karena aksesnya hanya mampu dilalui oleh kendaraan bermotor saja.

Jalan perkampungan dengan penuh bebatuan, hingga aroma-aroma semerbak dari kandang ayam dan kambing yang berada di bantaran Sungai Cileungsi.

Tidak sampai disitu, kendaraan bermotor pun harus menuruni jalanan setapak yang cukup terjal untuk sampai ke akses penyebrangan Sungai Cileungsi.

Akses penyebrangan itu ternyata sudah hancur ditelan derasnya arus Sungai Cileungsi, hingga yang tersisa hanya rakit kayu yang dikendalikan oleh seorang kakek asal Desa Bojong Kulur.

Saat disambangi, di bawah teriknya sinar matahari yang bercampur dengan aroma tidak sedap dari Sungai Cileungsi yang sudah tercemari, pria paruh baya itu adalah Misna (60).

Dengan gigihnya Misna menarik kawat baja untuk membuat rakit tersebut melaju dari sisi Kabupaten Bogor menuju ke sisi Kota Bekasi di Sungai Cileungsi.

Akses jembatan yang menghubungkan antara Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi hanyut terbawa arus air Sungai Cileungsi, warga Gunungputri, Kabupaten Bogor, gunakan rakit untuk penyebrangan, Kamis (28/7/2022)
Akses jembatan yang menghubungkan antara Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi hanyut terbawa arus air Sungai Cileungsi, warga Gunungputri, Kabupaten Bogor, gunakan rakit untuk penyebrangan.

Diketahui, Sungai Cileungsi yang menjadi akses penyebrangan menggunakan rakit ini merupakan lokasi dari tiga perbatasan.

"Tempat ini perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor dengan Sungai Cileungsi sebagai perbatasannya, lalu jalan menuju sungai ini perbatasan antara Desa Ciangsana dengan Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor," ucap Misna kepada TribunnewsBogor.com disela-sela ia beristirahat, Kamis (28/7/2022).

Saat ini, dengan pendengarannya yang sudah mulai kabur, Misna pun memiliki alasan tersendiri untuk memilih pekerjaan yang terbilang cukup ekstrim ini.

Kakek asal Bogor ini sebelumnya memiliki profesi sebagai jasa antar jemput anak-anak sekolah atau ojek sekolah.

Sudah belasan tahun Misna jalani profesi tersebut, hingga akhirnya ia harus kehilangan pekerjaannya dikarenakan adanya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 lalu.

Saat itu, seluruh sekolah pun menyetop kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah, sehingga semua pelajar tidak ada yang menggunakan jasa ojek Misna.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved