ODGJ di Citeureup Meningkat, Satpol PP : Banyak yang Nuntut Ilmu Sesat

Satpol PP wilayah Kecamatan Citeureup, Sony Alberto mengungkapkan bahwa tingkat kasus ODGJ di Citeureup semakin meningkat.

Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
ILUSTRASI - Satpol PP bilang banyak ODGJ di cireurep karena menuntut ilmu sesat. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Kasus Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada beberapa bulan terakhir ini angkanya semakin meningkat.

Satpol PP wilayah Kecamatan Citeureup, Sony Alberto mengungkapkan bahwa tingkat kasus ODGJ di Citeureup semakin meningkat.

"Banyak yang ODGJ di Citeureup ini, kalo ada laporan apapun tentang adanya ODGJ yang meresahkan atau memang dilaporkan warga, itu saya yang tangani yang angkutnya," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, di Kantor Kecamatan Citeureup, Selasa (2/8/2022).

Setiap bulannya, kata Sony dirinya selalu mengamankan setidaknya empat sampai lima ODGJ di wilayah Kecamatan Citeureup.

Menurutnya, ODGJ ini nantinya akan dibawa ke RSJ Marzoeki Mahdi, yang di mana sebelumnya akan diberikan surat pengantar terlebih dahulu dari Polsek Citeureup.

Sony mengungkapkan bahwa untuk ODGJ yang dibawanya hanya dari laporan warga atau keluarga saja, bahkan laporan mengenai ODGJ yang meresahkan warga.

"Kalo buat ODGJ yang dipinggir jalan itu nggak saya bawa, gak asal bawa, kasian sih tapi memang ada prosedurnya," katanya.

Pada di Kecamatan Citeureup ini wilayah yang paling banyak kedapatan ODGJ, kata Sony berada di Desa Gunung Sari dan Desa Tarikolot.

Bahkan, menurutnya kebanyakan dari ODGJ yang diamankannya itu mengalami depresi soal asmara, pencandu obat-obatan dan pencarian ilmu sesat.

Sony menambahkan bahwa ODGJ ini setiap harinya harus diberikan obat, bila tidak maka akan kembali kumat, dikarenakan pikirannya tidak teralihkan.

"Kalo saya bawa ODGJ yang dia kalo lagi diem terus doa-doa atau baca ayat, biasanya itu dia stres karena ilmu sesat, kalo di wilayah Desa Tarikolot makanya banyak yang kena kaya gitu biasanya anak muda masih 18 tahunan anak-anak santri," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved