Rekam Transaksi Narkoba, Program Desa Gunungputri yang Pasang 64 CCTV Membuahkan Hasil
Program Desa Gunungputri yang memiliki 64 CCTV di setiap sudut RT di Desa Gunungputri Bogor, ternyata membuahkan hasil.
Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Program Desa Gunungputri yang memiliki 64 CCTV di setiap sudut RT di Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, ternyata membuahkan hasil yang positif hingga dapat membantu aparat kepolisian.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan bahwa demi terciptanya lingkungan bebas narkotika melalui CCTV di Desa Gunungputri, telah tertangkap pengedar Narkoba dan pelaku sudah di pengadilan.
"Untuk pengedar kemarin kita sudah tangkap, bahkan sudah ketok palu di pengadilan," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (3/8/2022).
Bahkan, diakui oleh Daman Huri, dirinya menangkap transaksi tersebut melalui CCTV, yang di mana sudah ada enam paket narkoba dengan jenis sabu yang terekam oleh kamera tersebut.
Dengan tertangkapnya pengedar sabu itu, pihak Desa Gunungputri dan kepolisian sudah memprosesnya hingga ke meja hijau dan sudah diketok palu.
Daman Huri mengungkapkan bahwa saat ini dalam transaksi tersebut ditemukan pola transaksi baru, yang di mana transaksi narkoba itu dilakukan di masjid.
"Jadi yang kita tangkap bersama Buser polres Bogor lusa lalu, itu seperti permen Kopiko (jenis sabu) yang dibungkus lakban itu persis seperti itu dan kita menangkap 6 paket sabu, dan rata rata diatas 1 gram satu bungkus nya itu," jelasnya.
Selain itu, menurutnya ada juga yang ditempel di tiang listrik untuk menyimpan narkobanya.
Serta, uniknya karena Desa Gunungputri ini Kampung Ramah Lingkungan (KRL) hingga transaksi tersebut disimpan di bawah pot bunga milik warga.
"Karena banyak KRL disimpanlah sama dia (pengedar) diurug di bawah pot bunga, untungnya kita punya banyak CCTV, jadi terdeteksi oleh CCTV, kalo gak ada CCTV mungkin kita tidak bakal tau," katanya.
Dengan adanya transaksi ini, iapun mengaku bahwa di desanya ini memang menjadi salah satu tempat untuk bertransaksi.
Tetapi, menurutnya tempat bandarnya untuk di perbatasan Citeureup dan Gunungputri ini berada di kawasan Lulut.
Ia menambahkan bahwa saat terdeteksi, pihak desa langsung menyambangi tempat transaksi tersebut, yang di mana langsung mendapatkan barang bukti berupa enam paket narkoba di wilayahnya.
"Enam paket ini luar biasa, rata-rata diatas 1 gram, waktu itu ditangkapnya di wilayah Citereup, perbatasan Gunungputri Citereup, tapi yang bandar-bandar itu beroperasinya di daerah Lulut, transaksinya di Gunungputri, jadi dengan dibentuknya satgas kalo disetiap desa ini ada seperti ini maka akan cepat memberantasnya, tapi kalo cuman Gunungputri aja yang seperti ini akan sulit memberantasnya," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/Kades-Gunungputri-soal-program-CCTV-di-wilayahnya.jpg)