Hotman Paris Ungkap Fakta soal Kasus Bansos Ditimbun di Depok, Ternyata Ada 3,4 Ton Beras yang Rusak

Hotman Paris bersuara soal kasus penimbunan bansos. Sebelumnya, kabar penguburan sembako di Lapangan KSU sempat dibenarkan oleh pihak JNE

Editor: khairunnisa
Tribunnews.com
Pengacara Hotman Paris Hutapea mengurai fakta soal kasus penimbunan sembako di Depok. Hotman Paris selaku pengacara JNE menjelaskan kejadian asli terkait beras yang dikuburkan di lahan Depok 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hotman Paris turut angkat bicara terkait kasus beras bansos Presiden yang dikubur dan ditimbun di Depok.

Selaku kuasa hukum JNE, Hotman Paris mengurai fakta perihal pendistribusian beras yang dilakukan JNE.

Hotman Paris Hutapea mengatakan, beras yang didistribusikan oleh JNE sebanyak 6.199 ton untuk 247.997 keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Depok.

Menurutnya dari sekian ribu ton bansos tersebut, pastinya menjadi hal wajar jika ada sebagian kecil mengalami kerusakan saat pengiriman.

"Tentu Anda maklum 6 ribu ton ini diangkut, kemungkinan rusak ada kena hujan dan sebagainya. Menurut kontrak, kalau ada kerusakan tanggung jawab JNE, harus ganti beras baru," ujarnya dalam konferensi pers di wilayah Ancol, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Geger Kabar 289 Karung Beras Bantuan Presiden Dikubur di Depok, Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

Dikatakan Hotman, setiap ada kerusakan, JNE minta ke PT StoreSend eLogistic Indonesia (SSI) untuk beras baru menggantikan yang rusak.

"Beras baru mengganti beras rusak, namanya dokumen debit note. Kalau dari 6.199 ton beras banpres, kalau ada yang rusak, maka tanggung jawab dari JNE, harus ganti rugi," kata Hotman.

Setelah JNE meminta beras pengganti yang rusak hanya 3,4 ton, kemudian segera dikirimkan kepada keluarga penerima manfaat.

"Jumlah beras yang rusak hanya 3,4 ton dari 6.199 ton, atau 3.400 kilogram. Jadi, bukan 340 ton yang rusak, kalau secara persentase hanya 0,05 persen, kurang dari setengah persen yang rusak," ujarnya.

Lokasi penemuan dan kondisi beras yang ditemukan terpendam di lapangan KSU Depok. Penemuan beras bansos presiden yang tertimbun tanah di Depok jadi perbincangan
Lokasi penemuan dan kondisi beras yang ditemukan terpendam di lapangan KSU Depok. Penemuan beras bansos presiden yang tertimbun tanah di Depok jadi perbincangan (TribunJakarta.com - Dwi Putra Kesuma)

JNE Akui Kubur Sembako

Sebelumnya, kabar penguburan sembako di Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok sempat dibenarkan oleh pihak JNE.

Hal tersebut dilakukan lantaran sembako banpres dalam kondisi rusak.

VP of Marketing JNE Express Eri Palgunadi mengatakan soal penguburan sembako rusak itu tak melanggar prosedur karena sesuai dengan perjanjian antara JNE dan pihak pemerintah.

Baca juga: Update Kasus Penemuan Timbunan Beras Bansos Presiden, Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Terbaru

"Kami sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak," ujar Eri dalam keterangannya, Minggu (31/7/2022), dilansir oleh Kompas.com.

Eri tak menjelaskan lebih jauh kapan penguburan bantuan sembako presiden itu dilakukan.

Menurut Eri, JNE Express selalu berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku apabila diperlukan.

Sebagai perusahaan nasional yang bergerak di bidang jasa kurir dan logistik, kata Eri, JNE berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggannya.

"Oleh karena itu JNE mendukung program pemerintah dalam proses distribusi beras bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat bekerja sama dengan pihak terkait," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hotman Paris: JNE Distribusikan 6.199 Ton Bansos, yang Rusak Hanya 3,4 Ton

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved