Doa Harian

Mohon Ampun dengan Doa Setelah Adzan, Ini Lafaz yang Benar, Lengkap Arti

Membaca doa setelah adzan bisa dilakukan sampai terdengar iqamat berkumandang. Selain doa, ada bacaan lain yang menyertai untuk mendapat pahala lebih.

Tayang:
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
TribunnewsBogor.com
Membaca doa setelah adzan dianjurkan karena bisa mengabulkan permohonan dan menghapus dosa. Doa ini bisa diucapkan sampai terdengar iqomat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Umat muslim di seluruh dunia dianjurkan membaca doa setelah adzan berkumandang. 

Membaca doa setelah adzan dilakukan untuk mendapatkan berbagai keutamaannya.

Keutamaan membaca doa setelah adzan antara lain untuk menghapus dosa.

Selain itu, doa setelah adzan juga membuat permohonan yang diinginkan akan dikabulkan, dan mendapatkan syafaat Nabi.

Keutamaan doa setelah adzan juga diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Ra, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barang siapa ketika mendengar adzan lalu mengucapkan (doa setelah adzan), maka syafaatku baginya di hari kiamat." (HR. Bukhari).

Membaca doa setelah adzan bisa dilakukan sampai terdengar iqamat berkumandang.

Namun sebelum membaca doa setelah adzan, disunnahkan untuk shalawat Ibrahimiyyah.

Begini lafaznya:

Baca juga: 10 Muharram 1444 H, Jangan Lewatkan Bacaan Doa dan Dzikir Ini di Hari Asyura, Lengkap Arab dan Latin

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala 'ali sayyidina Muhammad kama shallaita ‘ala sayyidina Ibrahim, wa ‘ala `ali sayyidina Ibrahim, wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala `ali sayyidina Muhammad kama barakta ‘ala sayyidina Ibrahim, wa ‘ala 'ali sayyidina Ibrahim, innaKa Hamidun Majidun.

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat pada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau merahmati Nabi Ibrahim dan keluarganya, serta berkatilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau berkatilah Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung”

Setelah shalawat Ibrahimiyyah, selanjutnya membaca doa setelah adzan.

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan."

Membaca doa setelah adzan dianjurkan untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT.
Membaca doa setelah adzan dianjurkan untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT. (Canva via SuryaMalang.com)

Setelah itu, terdapat doa yang dapat dilantunkan di antara adzan dan iqamah.

Ini bunyinya:

Allahumma inni as-alukal-‘afiyah fid-dunya wal-akhirah

Artinya: “Ya Allah, aku mohon pada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat”.

Kemudian diikuti dengan bacaan Ayat Kursi.

Baca juga: Bacaan Doa Sore Hari, Saat Hujan Turun dan Dijauhkan dari Bencana Banjir

Ayat Kursi adalah firman Allah SWT yang terdapat dalam surah Al Baqarah ayat 255.

Ayat ini memiliki kedudukan yang agung dan mendatangkan kebaikan bagi yang membacanya.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allahu la Ilaha illa Huwal hayyul qayyumu. La ta'khudzuhu sinatuw wa la naum. laHu ma fissamawati wa ma fil ardhi. man dzal ladzii yasfa'u 'indahu illa bi idznihi. ya'lamu ma baina aidiihim wa ma khalfahum. wa la yuhithuna bi syai-in min 'ilmihii illa bi masya-a. wasi'a kursiyyuhussamawati wal ardha. wa la ya-udhu hifzhuhuma wahuwal 'aliyyul azhiim.

Artinya: Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved