Unik! Mahasiswa KKN-T IPB University Buat Susu Pohpohan di Tamansari Bogor

Perwakilan mahasiswa KKN-T IPB University, M Sofyan Zulfahmi menjelaskan, proses pembuatan sari susu pohpohan cukup mudah.

Editor: Tsaniyah Faidah
Bobo Grid
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) IPB University Desa Tamansari memperkenalkan suatu pemanfaatan pohpohan baru dalam bentuk minuman sari susu yang diberi nama Popori (Pohpohan Tamansari). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pohpohan merupakan komoditas utama pertanian di Desa Tamansari, Bogor, Jawa Barat. Terutama daerah Kampung Calobak.

Namun, pemanfaatan pohpohan sebagai produk olahan oleh masyarakat lokal masih tergolong minim.

Oleh karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) IPB University Desa Tamansari memperkenalkan suatu pemanfaatan pohpohan baru dalam bentuk minuman sari susu yang diberi nama Popori (Pohpohan Tamansari).

Perwakilan mahasiswa KKN-T IPB University, M Sofyan Zulfahmi menjelaskan, proses pembuatan sari susu pohpohan cukup mudah.

Alat dan bahan yang digunakan pun sederhana. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri dalam pemanfaatan produk ini.

“Hanya diperlukan dua ikat kecil pohpohan sekitar 50 gram dan 30 gram susu untuk membuat dua botol Popori. Adapun berbagai macam susu olahan, mulai dari susu skim hingga susu ultra high temperature (UHT), dapat digunakan sesuai preferensi masyarakat. Penambahan daun pandan dapat dilakukan untuk meredam bau dari pohpohan yang kuat,” ungkapnya.

Sofyan menyatakan bahwa Popori mampu bertahan selama 1 – 2 minggu dalam suhu freezer.

Namun, dalam suhu ruang, Popori hanya layak minum selama 1 – 2 hari. Satu botol produk Popori diberi harga berkisar antara Rp 6.000 hingga Rp 7.000.

Diungkapkannya, perancangan produk sudah berjalan sejak minggu pertama KKN-T. Namun, sosialisasi dan pengenalan produk kepada warga baru dapat terealisasi pada minggu ke-4, tepatnya akhir Juli 2022.

Pengenalan difokuskan pada wilayah Rukun Warga (RW) 08 sebagai daerah produsen pohpohan utama, dimulai dari Rukun Tetangga (RT) 04, 01, 02, dan 03 berturut-turut. Beberapa warga berkesempatan untuk mempraktikkan sendiri proses pembuatan Popori.

“Produk Popori merupakan suatu inovasi yang sangat baik. Semoga produk ini dapat semakin memajukkan perekenomian warga RW 08,” ujar Junaedi selaku Ketua RW 08.

Di setiap akhir sesi, diadakan juga kuis dengan hadiah produk Popori untuk tiga penjawab tercepat.

Jumlah warga yang berpartisipasi dari setiap RT cukup tinggi, terutama pada RT 04 yang mencapai 35 orang, menunjukkan antusiasme warga yang besar terhadap produk ini. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved