Tahanan Polsek Bogor Barat Diduga Dianiaya Pakai Kunci Roda Oleh Polisi, Keluarga Curhat Begini

Seorang pejabat polisi di Polsek Bogor Barat berinisial SP diduga melakukan penganiayaan terhadap tahanan.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
SA (40) yang melaporkan pejabat Polsek Barat yang melakukan penganiaayan terhadap suaminya di tahanan Polsek Barat, Rabu (10/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Seorang pejabat polisi di Polsek Bogor Barat berinisial SP dilaporkan oleh seorang ibu berinisial SA (40) bersama suaminya LH (33) ke Polresta Bogor Kota.

SA melaporkan pejabat ini, karena polisi diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap suaminya di dalam tahanan Polsek Bogor Barat.

LH (33) merupakan tahanan Polsek Bogor Barat atas kasus penggelapan dana dan penipuan.

"Saya datang ke polresta bogor kota sini melaporkan tindakan pidana. Kalau tindakan pelanggaran kode etiknya atau pelanggaran disiplin polrinya saya telah melaporkan ke Polda Jabar Bandung," kata SA saat dijumpai TribunnewsBogor.com di Kantin Balai Kota Bogor, Rabu (10/8/2022).

SA menceritakan, kejadian ini bermula ketika suami ditahan atas kasus penipuan penggelapan uang yang dilakukan oleh suaminya berinisial L.

L yang ditahan di Mako Polsek Bogor Barat ini, sambung SA diketahui mendapat penganiayaan ketika dirinya hendak menjenguk L.

"Tanggal 27 Juli saya jenguk. Saat itu kaki suami saya pincang, ketika ditanya alasanya jatuh. Kemudian tanggal 28 Juli 2022, lanjut kembali mendatangi Polsek Bogor Barat," jelasnya.

SA pun masih belum bisa memastikan, suaminya mendapat pengniayaan seperti apa.

Dirinya pun, sampai memaksa untuk L bercerita kepadanya.

Alhasil, dirinya pun kaget suaminya itu mendapat perlakukan penganiayaan oleh pejabat Polsek Bogor Barat berinisial SP tersebut.

"Saya curiga saya pegang bahunya dia meringis. Saya tanya kenapa? Masih belum ngaku, saya minta bicara sama dia secara pelan pelan dia bilang sudah dua malam ini di pukulin sama kanit. Saya tanya di pake apa pukulny? Kunci roda," ungkapnya.

Meski begitu, SA menegaskan, tetap meneruskan laporan yang dibuatnya.

Bahkan, SA minta untuk SP mendapatkan perlakuan hukum yang adil.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved