Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bertemakan "Suara Demokrasi", Bima Arya Paparkan Nilai Demokrasi

Bima Arya menjelaskan, demokrasi adalah nilai. Demokrasi tidak harus selalu voting, diutamakan musyawarah untuk mufakat, demokrasi itu butuh regulasi

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi narasumber Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan Tema "Suara Demokrasi" dengan Topik "Kebebasan Berekspresi dan Beraspirasi dengan tanggung jawab di Sekolah Kehidupan” di Aula SMAN 1 Kota Bogor, Kamis (11/8/2022). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi narasumber Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan Tema "Suara Demokrasi" dengan Topik "Kebebasan Berekspresi dan Beraspirasi dengan tanggung jawab di Sekolah Kehidupan” di Aula SMAN 1 Kota Bogor, Kamis (11/8/2022).

Bima Arya menjelaskan, demokrasi adalah nilai. Demokrasi tidak harus selalu voting, diutamakan musyawarah untuk mufakat, demokrasi itu butuh regulasi dan butuh edukasi.

Demokrasi tidak hanya mengekspresikan pilihan politik. Dalam demokrasi setiap orang bebas melakukan apapun dan batas demokrasi adalah hak orang lain,” katanya.

Indonesia sebagai salah satu negara besar kata Bima Arya, memiliki modal demokrasi yang berasal dari kebiasaan bangsa Indonesia, yaitu musyawarah atau dialog.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi narasumber Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan Tema
Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi narasumber Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan Tema "Suara Demokrasi" dengan Topik "Kebebasan Berekspresi dan Beraspirasi dengan tanggung jawab di Sekolah Kehidupan” di Aula SMAN 1 Kota Bogor, Kamis (11/8/2022). (Istimewa/Pemkot Bogor)

Jika suatu persoalan selalu di voting bahayanya adalah keputusan yang diambil belum tentu mempertimbangkan banyak sekali latar belakang karena informasi yang terbatas.

“Musyawarah atau dialog itu penting. Setiap kali ada perbedaan dalam menghadapi persoalan, saya menghindari sekali voting, dengan dialog akan muncul opsi C selain A atau B.

That’s is the beauty of consensus (itulah keindahan konsensus), demokrasi tidak harus voting, musyawarah diutamakan. Itulah Indonesia,” jelasnya.

Selain membutuhkan regulasi, demokrasi juga memerlukan edukasi. Bima Arya menambahkan, demokrasi yang dibangun diatas perut yang lapar dan otak yang kosong hanya akan menghasilkan anarki. Untuk itu demokrasi harus memerlukan edukasi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved