Kasus Gizi Buruk Ditemukan di Bogor, Bocah 6,5 Tahun Beratnya Cuma 6 Kilogram

Anak tersebut diketahui berinisial AM masih berusia 6,5 tahun anak dari pasangan Udin dan Nurmi warga di Kampung, Somang Desa Parungpanjang

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Dok. Pemkab Bogor
AM usia 6,5 tahun warga di Kampung, Somang Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor mengalami gizi buruk.  

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PARUNGPANJANG - Anak yang mengalami gizi buruk masih ditemukan di wilayah Bogor tepatnya di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Anak tersebut diketahui berinisial AM masih berusia 6,5 tahun anak dari pasangan Udin dan Nurmi warga di Kampung, Somang Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Kondisi tubuh korban yang cukup kurus membuatnya hanya memiliki bobot sekitar 6 kg.

Karena kondisinya tersebut, AM bahkan dilarikan RSUD Leuwiliang untuk dilakukan penanganan medis.

Pihak kepolisian sampai turun ikut membantu anak gizi buruk tersebut.

Pada Kamis (11/8/2022), Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto mengunjungi langsung AM di RSUD Leuwiliang.

"Anak tersebut sedang dalam perawatan medis dari pihak RSUD Leuwilang, kondisinya masih lemah," kata Kompol Agus Supriyanto.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek juga memberikan bantuan bingkisan berisi susu, roti, biskuit, buah dan yang lainnya.

Terpisah, Plt. Wakil Direktur Bidang Pelayanan, RSUD Leuwiliang, dr. Evawangi menjelaskan bahwa kondisi Pasien AM kini sudah berangsur membaik setelah selama 4 hari dirawat di RSUD Leuwiliang.

"Untuk berat badan, Alhamdulilah juga sudah ada kenaikan. Awalnya saat masuk RSUD Leuwiliang berat badan pasien seberat 6 kg, kini selama 4 hari dirawat di RSUD Leuwiliang naik menjadi 6,8 Kg,” kata dr. Evawangi dalam keterangannya.

Eva mengatakan, selain mengalami gizi buruk, AM juga memiliki penyakit penyerta yakni Tuberkulosis (TBC).

Penyakit TBC dan gizi buruk ini, kata dia, diobati secara bersamaan secara intensif. 

Namun karena pengobatan TBC memerlukan waktu tidak sebentar, meskipun nanti secara umum sudah membaik, pengobatan TBC terus dilanjutkan sampai sembuh total.

"Pasien akan terus kita pantau secara intensif sampai perbaikan berat badan dirasa cukup kemudian pola makannya sudah membaik. Selanjutnya harus kita lakukan fisioterapi untuk memulihkan kekuatan otot-ototnya. Jika dokter penanggung jawabnya, yakni dokter spesialis anak sudah membolehkan pulang, pasien AM pun bisa dipulangkan,” ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved