Sibuk di APEKSI, Bima Arya Beberkan Tujuannya, Sebut Banyak Hal Sensitif Dibahas Disana

Walikota Bogor Bima Arya mengajak Dedie A Rachim ke Sumatera Barat untuk memperkenalkan APEKSI.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Wali Kota Bogor Bima Arya saat dimintai tanggapan soal kesibukannya di APEKSI oleh TribunnewsBogor.com, Jumat (12/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Walikota Bogor Bima Arya tengah disibukan dengan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau disingkat APEKSI.

Tak ayal, kegiatan tersebut membuat Bima Arya sering meninggalkan Kota Bogor.

Teranyar, Bima Arya selaku Ketua menghadiri acara Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di Padang, Sumatera Barat.

Selama beberapa hari lalu ini, Bima Arya pun meninggalkan Kota Bogor dan bergabung untuk memimpin Rakernas APEKSI itu.

Bahkan, dalam Rakernas ini pun, Bima Arya mengajak Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim untuk mengikuti acara.

Tidak hanya itu, sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkot Bogor pun turut diajak untuk mengikuti acara ini.

Lalu, apakah tujuan Bima Arya mengajak wakilnya sekaligus?

Saat dimintai tanggapan, Bima Arya mengatakan, hal itu untuk memperkenalkan asosiasi ini kepada wakilnya Dedie A Rachim.

"Banyak yang mengajak wakil walikotanya untuk bisa punya gambaran apa saja kegiatan apeksi. Nah, Pak wakil ikut untuk siap siap lah. Kalau beliau ada jalannya jadi wali kota kan sudah terbayang," kata Bima Arya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (12/8/2022).

Menurut Bima Arya, nantinya jika Dedie A Rachim melanjutkan tongkat estafet kepemimpinannya, bisa paham apa yang dikerjakan oleh asosiasi ini.

"Apa saja yang dikerjakan oleh asosiasi wali kota, bagaimana jaringannya, nanti Wakil Wali Kota bisa tau. Karena selama ini banyak walikota yang mengajak wakilnya. Ketika jadi walikota nanti sudah siap," ungkapnya.

Sementara itu, di sisi lain, dalam APEKSI ini, diakui Bima Arya turut membahas hal sensitif peraturan pemerintah pusat yang akan dijalankan oleh daerah masing-masing.

"Banyak hal hal sensitif yang dibahas disana. Manfaatnnya bukan hanya Bogor, manfaatnya seluruh kota diindonesia. Kalau ada kebijakan yang dipaksakan di Bogor itu akan rontok. Mankanya kita pejuangakan di APEKSI sana," tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved