TKPK Kota Bogor Terus Dorong Penurunan Angka Kemiskinan, Dedie Rachim: Ingin Segera Langkah Konkrit

Dalam pelaksanaan strategi tersebut, Pemkot Bogor berkolaborasi dengan berbagai pihak. Seperti organisasi keagamaan, kader posyandu, perusahaan swasta

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Rapat koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Bogor Tahun 2022 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota, Kamis (11/8/2022). Rapat dipimpin langsung Ketua TKPK Kota Bogor, Dedie A. Rachim. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kota Bogor memiliki kebijakan strategis dalam mendukung penanggulangan kemiskinan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga memiliki strategi umum dan khusus dalam menekan tingkat kemiskinan.

Hal itu yang dibahas tuntas dalam rapat koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Bogor Tahun 2022 di Paseban Sri Baduga, Balai Kota, Kamis (11/8/2022). Rapat dipimpin langsung Ketua TKPK Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Dalam pelaksanaan strategi tersebut, Pemkot Bogor berkolaborasi dengan berbagai pihak. Seperti organisasi keagamaan, kader posyandu, perusahaan swasta untuk skema CSR, Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), Organisasi Perempuan dan lembaga kemasyarakatan lainnya.

"Saya melihat emang situasinya tidak baik-baik saja, banyak efek dari Covid-19 kemarin yang kemudian menambah jumlah keluarga miskin di Kota Bogor.

Sebetulnya sudah di intervensi melalui PKH, melalui DTKS dan Non DTKS," kata Ketua TKPK Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Wakil Wali Kota Bogor itu juga mengungkapkan, banyak kategori kemiskinan fisik yang terlihat. Dibuktikan dengan masih banyaknya rumah tidak layak huni.

Juga kemiskinan dari sisi mental masyarakatnya itu sendiri.

"Yang tidak terlihat dan justru cukup berbahaya adalah mental, kemiskinan dari mentalnya. Banyak sebetulnya kesempatan, peluang, tetapi karena tidak punya percaya diri, tidak berkeinginan untuk berubah akhirnya tidak mengambil kesempatan yang terbuka itu," tegas Dedie.

Pemerintah tak berdiam diri, lagi - lagi Dedie mengingatkan beragam intervensi sudah dilakukan.

Hal terkecil adalah upaya peningkatan masyarakat pra sejahtera dengan penyisihan anggaran sebesar 7 persen dari total APBD Kota Bogor.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved