Polisi Tembak Polisi

Enggan Tanggapi Penghentian Laporan Pelecehan Putri Chandrawathi, Ini Respon Pengacara

Pengacara enggan tanggapi penghentian laporan pelecehan seksual Putri Chandrawathi, Arman Hanis lebih pilih fokus menindak lanjuti proses hukum

kolase Instagram
Pengacara Putri Chandrawathi enggan merespon soal laporan pelecehan seksual diberhentikan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dugaan pelecehan seksual di awal kasus pembunuhan Brigadir J terhadap istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bareskrim Polri resmi menghentikan laporan tersebut.

Pasalnya, kecil kemungkinan pelecehan seksual itu menjadi motif dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Penghentian penyidikan terhadap laporan dugaan pelecehan seksual itu pun dilakukan setelah pihak kepolisian tidak menemukan tindak pidana dalam laporan tersebut.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribunnews.com, pengacara Putri Chandrawathi , Arman Hanis pun enggan menanggapi terkait penghentian pelaporan tersebut.

"Saat ini, tim kuasa hukum masih fokus menindak lanjuti proses hukum klien kami," kata Arman Hanis saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (15/8/2022).

Baca juga: Tak Lagi Berapi-api Bela Putri Candrawathi, Sang Pengacara Nyengir Ditanya soal Amplop Ferdy Sambo

Arman Hanis menyebut pihaknya belum memiliki penjelasan terbaru terkait kasus yang menjerat kliennya tersebut.

"Kami mempercayakan kepada penyidik, terkait seluruh proses yang saat ini sedang berjalan," paparnya.

Bareskrim Polri sebelumnya menghentikan laporan polisi dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi oleh Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Irjen Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Adapun laporan polisi itu terdaftar dengan nomor LPB1630/VII/2022/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan Polda Metro Jaya tanggal 9 Juli 2022 lalu. Laporan itu didaftarkan oleh Putri Candrawathi.

Baca juga: Tak Ragu Ultimatum Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J Bongkar Kelicikan Putri Candrawathi: Biar Sadar

"Berdasarkan hasil gelar perkara tadi kedua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/8/2022).
 
Dalam laporan itu, Putri Candrawathi sebelumnya menuding Brigadir J telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap kesopanan dan atau perbuatan memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dan atau kekerasan seksual.

Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau pasal 4 jo pasal 6 UU RI Nomor 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.

"Di mana [Putri Candrawathi mengaku] waktu kejadian diduga pada hari Jumat tanggal 8 juli sekitar pukul 17.00 WIB bertempat Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dengan pelapor putri Candrawathi, korbannya juga sama. Terlapornya Nofriansyah Yosua," jelasnya.

Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi terancam dipidana karena dugaan laporan bohong soal kasus pelecehan di rumah dinas
Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi terancam dipidana karena dugaan laporan bohong soal kasus pelecehan di rumah dinas (Kolase Tribun Bogor/istimewa)

Namun begitu, kata Andi, kasus tersebut tidak ditemukan dugaan peristiwa pidana.

Dengan kata lain, Brigadir J tidak terbukti melakukan tindak pidana pelecehan seksual terhadap Istri Irjen Ferdy Sambo di rumah dinasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved