Kerap Dicap Sebagai Kota Intoleran, Wakil Wali Kota Bogor: Kita 100 Persen Toleran

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai memperkuat konsistensi sebagai kota toleran.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
FGD Pemkot Bogor yang membahas soal indeks Kota Bogor sebagai Kota Toleran. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai perkuat konsistensi sebagai kota toleran.

Untuk memperkuat hal itu, Pemkot Bogor sudah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor pada kemarin, Kamis (18/8/2022).

Beberapa indeks kota toleran pun menjadi acuan sebagai langkah yang dibahas agar terus konsisten menjadikan Kota Bogor sebagai Kota toleran.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, saat ini Kota Bogor sudah 100 persen penuh toleransi.

"Jangan persepsi seseorang atau kelompok dijadikan acuan, sehingga akan terbentuk persepsi masyarakat seolah-olah Kota Bogor intoleran. Padahal Kota Bogor ini nilainya 100 persen kota toleran," kata Dedie.

Menurut Dedie A Rachim, persentase penuh itu dilihat dari sejarah Kota Bogor.

Dimana, dari dahulu, dari sisi sejarah tidak pernah ada kerusuhan rasial.

Dedie membeberkan, kalaupun terjadi gesekan antar umat beragama nantinya, boleh dijadikan koreksi sebagai nilai pengurang.

"Tidak ada penyerangan etnis tertentu, itu fakta sebagai indikator. Tidak ada tuh rumah atau etnis tertentu diserang, tidak ada. Nah itu sebagai indikator nyata yang harus dilihat sebagai fakta yang kemudian memperkuat kekuatan masyarakat untuk terus bersatu dan mempunyai nilai-nilai keberagaman," ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Safrudin Bima menjelaskan, dalam kehidupan sehari-hari di Kota Bogor hingga kini tidak ada kejadian apa-apa soal lintas agama.

"Sebenarnya Kota Bogor ini kota terbuka, kota majemuk, kota yang saya pikir nyaman bagi semua," imbuhnya.

Terpisah Kepala Badan Kesbangpol Kota Bogor, Dadan Sugiarta mengatakan, pihaknya bersama Bappeda Kota Bogor akan mempersiapkan untuk penilaian kota toleran.

Strateginya tentu saja berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Jadi file-file kegiatan penting untuk mendongkrak penilaian. Kami juga ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan unsur lainnya yang membantu dalam penilaian kota toleran mendatang," tandasnya (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved