Polisi Tembak Polisi

Ada Rapat Sebelum Brigadir J Tewas, Ferdy Sambo Marah Hingga Bikin Putri Candrawathi Menangis

Ferdy Sambo menggelar rapat di lantai tiga sebelum menginstruksikan Bharada E menembak Brigadir J.

Tayang:
Penulis: yudistirawanne | Editor: Soewidia Henaldi
kolase Youtube
Sebelum Brigadir J tewas, Putri Candrawathi sempat ikut melakukan rapat bersama Ferdy Sambo. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J di kediaman Ferdy Sambo terus mencuat dan jadi perbincangan publik.

Terbaru, terungkap bahwa Ferdy Sambo menggelar rapat khusus guna mempersiapkan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Hal itu diungkap oleh kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy dalam wawancara dengan Tv One, Jumat (20/8/2022).

Ronny Talapessy membeberkan, rapat itu dilaksanakan beberapa jam sebelum Brigadir J tewas.

Rapat itu dikabarkan dilaksanakan saat rombongan ajudan termasuk sopir, Kuat Maruf tiba di rumah usai perjalanan dari Magelang.

"Jadi memang, ada proses waktu di lantai tiga, ketika klien saya dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ruangan rapat, bahwa ternyata memang sudah ada Ibu PC ini membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," kata Ronny dikutip dari TribunJakarta.com, Sabtu (20/8/2022).

Baca juga: Analisa Raut Wajah, Sosok Ini Sebut Putri Candrawathi Sembunyikan Drama Sebenarnya : Tertekan

Lebih lanjut, Ronny Talapessy menjelaskan, rapat berlangsung dengan singkat.

Pada saat rapat digelar, sambung Ronny Talapessy, Bharada E tidak diikutsertakan.

Rapat singkat itu digelar di lantai tiga dengan melibatkan Putri Candrawathi, Ferdy Sambo dan Bripka RR.

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengendus rencana licik di balik sakitnya Putri Candrawathi usai ditetapkan sebagai tersangka. Rencana licik itu adalah kelanjutan dari skenario keji Ferdy Sambo yang telah membunuh Brigadir J
Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengendus rencana licik di balik sakitnya Putri Candrawathi usai ditetapkan sebagai tersangka. (kolase Youtube)

"Jadi perlu saya sampaikan, klien saya tidak berbicara, tetapi klien saya melihat bahwa ibu PC itu ada di ruangan lantai 3. Jadi pertemuannya itu Ibu PC, Pak FS, kemudian saudara RR. Kemudian yang terakhir dipanggil adalah Bharada E ini. Yang panggil itu saudara RR," ujar Ronny.

Baca juga: Kena Prank, Patra M Zen Ungkap Kronologi Dirinya Dibohongi Putri Candrawathi : Saya Langsung Percaya

Namun saat perencanaan berlangsung, kata Ronny Talapessy kliennya melihat Putri Candrawathi menangis dan Ferdy Sambo marah-marah.

"Klien saya menyampaikan bahwa waktu kejadian itu Ibu PC dalam keadaan menangis. Kemudian Bapak FS ini dalam keadaan marah. Nanti detailnya, ini kan nanti menjadi pembelaan di pengadilan," beber Ronny.

Baca juga: Di Balik Sakitnya Putri Candrawathi, Pakar Ini Cium Aroma Drama Istri Ferdy Sambo : Taktik Kampungan

Dugaan Motif Instrumental

Sementara itu, Polri kini menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka baru atas tewasnya Brigadir J.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, ahli psikologi forensik, Reza Indragiri menyorot gerak-gerik Putri Candrawathi.

Baca juga: Lihat Gelagat Aneh Istri FS, Bharada E Punya Bukti Putri Candrawathi Terlibat Pembunuhan Brigadir J

Reza Indragiri menduga kasus ini karena ada latar belakang cemburu.

“Seketika saya membayangkan, jangan-jangan ini motif emosional, berarti ada barangkali luapan amarah, dendam, sakit hati, kebencian, cemburu, dan seterusnya yang berkutat di kepala orang-orang ini,” kata Reza.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengultimatum anggota kepolisian agar tidak main-main di dalam kasus Ferdy Sambo. Sang Kapolri mengaku akan mengusut tuntas kasus pembunuhan berencana yang diprakarsai mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi terhadap ajudannya, Brigadir J
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengultimatum anggota kepolisian agar tidak main-main di dalam kasus Ferdy Sambo. Sang Kapolri mengaku akan mengusut tuntas kasus pembunuhan berencana yang diprakarsai mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi terhadap ajudannya, Brigadir J (kolase Instagram)

Tapi, lanjut dia, publik justru bertanya-tanya bagaimana bisa Ferdy Sambo seorang petinggi penegak hukum dengan pangkat bintang dua bisa larut dalam emosi.

“Bagaimana petinggi aparat penegak hukum, bintang dua, bisa larut dalam emosi, bisa larut dan tidak bisa mengendalikan amarahnya, tenggelam dalam cemburunya, tenggelam dalam sakit hatinya.”

“Rasanya mustahil kalau kemudian seorang aparat penegak hukum bintang dua melakukan kejahatan semata-mata dengan adanya motif emosional,” tuturnya.

Baca juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Terancam Hukuman Mati, Pengacara Brigadir J Siap Adopsi Anaknya

Sehingga, kata Reza, muncul spekulasi berikutnya yaitu motif instrumental dalam peristiwa penembakan Brigadir J.

Ketika berbicara motif instrumental, Reza mengatakan dugaan aksi pembunuhan Brigadir J dalam rangka untuk mendapatkan jabatan, kenaikan pangkat, atau menutup-nutupi kejahatan lainnya menjadi relevan.

Saat ditanya apakah motif itu juga akan disidik oleh Polri, Reza berharap demikian.

“Harapan saya demikian, karena motif intsrumental ini yang sekarang terwakili oleh narasi Konsorsium 303,” ucapnya.*

(TribunJakarta.com)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved