Pabrik Alumunium Foil Terbakar, Polsek Gunungputri Bogor Enggan Gegabah, Puslabfor Jadi Penantian

Kapolsek Gunungputri, Kompol Bayu Tri Nugraha belum bisa membeberkan dugaan-dugaan yang belum pasti terkait kebakaran di pabrik alumunium foil.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Kapolsek Gunungputri, Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan pihaknya masih menunggu hasil dari tim Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) untuk mengetahui penyebab dari kebakaran di pabrik alumunium foil di Gunungputri, Kabupaten Bogor, Senin (22/8/2022) 

Laporan wartawan Tribunnewsbogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Polsek Gunungputri terus mendalami insiden terbakarnya pabrik alumunium foil di Desa Cicadas RT 3/7, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Pada pagi tadi, tim Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) mengidentifikasi dan memberi garis polisi di dalam pabrik tersebut.

Dengan datangnya tim Puslabfor, Polsek Gunungputri masih menunggu hasil dari Puslabfor untuk memberikan keterangan lengkapnya.

Kapolsek Gunungputri, Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa membeberkan dugaan-dugaan yang belum pasti.

"Takutnya salah juga kita, gak boleh sembarangan kita kasih statement, harus ada keputusan jelasnya dulu dari tim puslabfor," ucapnya kepada Tribunnewsbogor.com, saat disambangi di Polsek Gunungputri, Senin (22/8/2022).

Dalam kasus ini, Polsek Gunungputri enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai dugaan penyebab dari kebakaran tersebut.

Dikarenakan, kata Kompol Bayu Tri Nugraha bila pihak kepolisian memberikan dugaan penyebab kebakaran tetapi berbeda dengan tim Puslabfor nanti, maka hal tersebut akan menjadi masalah dan tidak benar.

"Jadi intinya kita tunggu dulu hasil dari tim Puslabfor biar lebih jelasnya," tegasnya.

Selain itu, menurutnya pada luasan pabrik alumunium foil sekitar dua hektar yang terbakar itu diperkirakan mengalami kerugian hingga sekitar miliaran rupiah.

Bahkan, pada beberapa alat-alat berat yang berada di dalam pabrik tersebut harganya ditaksir mencapai lebih dari Rp 500 juta.

"Di dalam ada beberapa alat untuk pabrik itu, alatnya besar, itu satunya bisa lebih dari Rp 500 juta, yang jelas kemungkinan lebih dari satu miliar semuanya," katanya.

Untuk terbakarnya pabrik alumunium foil ini, lanjut Kompol Bayu Tri Nugraha pihak pabrik sempat mengatakan bahwa pabrik tersebut tidak diklaim oleh pihak asuransi.

Tidak diklaimnya dikarenakan pihak pabrik tersebut tidak membayar biaya asuransi.

K Kompol Bayu Tri Nugraha mengungkapkan bahwa menurut pernyataan dari pihak pabrik, pabrik tersebut tidak diklaim asuransi.

"Itu yang dinyatakan kemarin ke Polsek, tapi untuk kebenaran atau tidaknya nanti akan kita selidiki lagi, bila tidak benar itu maka akan berurusan dengan Polres Bogor," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved