Pabrik di Gunungputri Terbakar

Pasca Tim Puslabfor Beri Garis Polisi di Pabrik Alumunium Foil Gunungputri, TKP Kini Ditutup Rapat

Pada gerbang pabrik alumunium foil tersebut tampak ditutup rapat dan digembok, pasca tim Puslabfor memberi garis polisi pada area gudang penyimpanan

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Gerbang pabrik alumunium foil di Gunungputri, Kabupaten Bogor, yang terbakar beberapa hari lalu kini sudah tertutup rapat, pasca dilakukan indentifikasi oleh tim Puslabfor pagi tadi, Senin (22/8/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Pasca tim Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) mengidentifikasi pabrik alumunium foil di Gunungputri, Kabupaten Bogor, yang terbakar pada beberapa hari lalu, kini sudah tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang.

Pada gerbang pabrik alumunium foil tersebut tampak ditutup rapat dan digembok, pasca tim Puslabfor memberi garis polisi pada area gudang penyimpanan barang reject, pagi tadi.

Salah satu karyawan Pabrik Alumunium Foil yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa ditutupnya ini atas perintah dari atasannya.

"Gak boleh masuk udah diperintahin kayak gitu, kecuali kalo emang udah ada izinnya dari polisi atau dari bos," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (22/8/2022).

Saat itu, wartawan TribunnewsBogor.com berkesempatan untuk masuk ke dalam pabrik, yang sudah diizinkan oleh pihak terkait.

Pantauan wartawan TribunnewsBogor.com, pada bangunan di dalam pabrik tampak sudah hancur dan hangus.

Bahkan, rangka bangunan yang terbuat dari besi tebal tampak bengkok, dikarenakan tidak bisa menahan panasnya api yang membakar pabrik saat itu.

Selain gudang penyimpanan barang reject yang diberi garis polisi, menurutnya ada beberapa tempat yang diberi tali tambang untuk menandakan area tersebut masih cukup berbahaya.

Lalu, pada beberapa bagian dari sisa-sisa puing yang terbakar di pabrik tersebut masih terlihat adanya asap yang membakar material di bawah pabrik.

Ia menjelaskan bahwa saat ini di dalam pabrik masih ada beberapa tempat yang masih berasap.

"Asap-asap itu pasti ada apinya, dari hari pertama kebakaran itu petugas Damkar butuh waktu sampe tiga hari buat padaminnya, tapi sekarang juga masih ada asapnya," jelasnya.

Beberapa karyawan yang menjaga pabrik tersebut bukan tanpa alasan berada di dalam pabrik, yang di mana menurutnya timbulnya api bisa terjadi kapan saja, sehingga karyawan tersebut dapat langsung melaporkannya ke pihak terkait.

Selain itu, para karyawan ini juga setiap waktunya akan silih berganti dengan karyawan lainnya untuk menjaga pabrik tersebut.

"Nanti ganti-gantian, kita berdua sekarang nanti sore ganti sampai besok pagi, ada CCTV disini juga pas kebakaran kayaknya itu udah mati kebakar kameranya," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved