Info Kesehatan

Simak Beda Gejala Cacar Monyet dengan Cacar Air yang Umum Dirasakan, Penderita Lemas hingga Demam

Meskipun mudah menular, cacar air tidak menyebabkan kondisi serius pada penderitanya, penderita akan membaik dalam kurun empat sampai tuhuh hari.

Editor: khairunnisa
klikdokter.com
ilustrasi cacar air. Waspada, cacar monyet punya gejala yang sama dan berbeda dengan cacar air 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Simak perbedaan gejala hingga penyebab cacar monyet dengan cacar air.

Seperti diketahui, penyakit cacar monyet yang dikonfirmasi telah masuk ke Indonesia, pasien pertama yang terinfeksi virus ini dari DKI Jakarta,

Virus cacar monyet ini sangat mirip dengan cacar air, hanya berbeda pada penyebabnya.

Perbedaan ini dari penyebab virusnya, cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox yang berasal dari genus Orthopoxvirus yang bersifat zoonosis.

Zoonosis ini artinya bisa menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya, dan bisa dari manusia ke manusia.

Sedangkan cacar air, diakibatkan dari virus varicella-zoster dan hanya bisa menyebar dari manusia ke manusia.

Sebelum terjangkit virus cacar cacar monyet, gejala yang ditimbulkan meliputi demam, sakit kepala, Limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan merasakan lemas

Baca juga: Gejala Cacar Monyet dan Tindakan Pencegahan, Waspada Jika Mengalami Demam dan Nyeri Otot

Limfadenopati yang dirasakan di leher, ketiak, atau selangkangan, selanjutnya muncul ruam pada kulit yang biasanya muncul pada wajah dan mulut sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

Gejala cacar monyet ini dapat berangsur membaik dan sembuh dengan sendiri sekitar dua sampai empat minggu, virus ini juga menyebabkan kondisi sakit serius hingga kematian.

Selanjutnya, gejala yang ditimbulkan dari cacar air yaitu demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, lemas, dan hilangnya nafsu makan.

Dilansir dari Surakarta.go.id, dalam gejala cacar air ini juga timbul ruam pada kulit di bagian dada dan punggung, lalu merambat ke area wajah, di dalam mulut, kelopak mata, hingga area alat kelamin.

ilustrasi penyakit monkeypox atau cacar monyet disebut rentan menyerang kaum LGBT
ilustrasi penyakit monkeypox atau cacar monyet disebut rentan menyerang kaum LGBT (Shutterstock)

Meskipun mudah menular, cacar air tidak menyebabkan kondisi serius pada penderitanya, penderita akan membaik dalam kurun empat sampai tuhuh hari.

Untuk cacar air, penyakit yang satu ini sudah ditemukan di seluruh belahan dunia, biasanya hampir setiap orang pernah mengalami ini satu kali dalam hidupnya.

Baca juga: Indonesia Geger, Warga Jawa Tengah Terindikasi Cacar Monyet, Kemenkes RI Tunjukkan Hasilnya

Sedangkan cacar monyet ini banyak dialami di wilayah Afrika Tengah dan Barat, namun penyakit ini sudah mulai menyebar luas di berbagai wilayah Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.

Langkah pencegahannya kedua virus ini yakni melakukan vaksinasi.

Vaksin varicella yang digunakan untuk mencegah cacar air, biasanya vaksin ini diberikan sebanyak dua dosis pada anak berusia 12 bulan hingga 12 tahun.

Sedangkan vaksinasi untuk cacar monyet masih dalam tahap penelitian.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perbedaan Cacar Monyet dengan Cacar Air: Penyebab, Gejala, hingga Pencegahannya

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved