Pabrik di Gunungputri Terbakar

Berjibaku Selama 3 Hari, Damkar Bogor Akhirnya Jinakkan Api Membara di Pabrik Alumunium Foil

Kasi Penyelamatan dan Pertolongan Darurat (Rescue) Damkar Kabupaten Bogor, Muhammad Asan mengatakan bahwa petugas Damkar telah melaksanakan tugasnya.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Pabrik alumunium foil di Gunungputri, Kabupaten Bogor, terbakar. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Api yang membakar pabrik alumunium foil di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar selama tiga hari.

Kasi Penyelamatan dan Pertolongan Darurat (Rescue) Damkar Kabupaten Bogor, Muhammad Asan mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan dan penyisiran di seluruh bangunan.

"Sekitar jam 9 pagi kemarin kita nyatakan statusnya sudah padam usai pendinginan dari semalem dan sekarang sudah aman," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (23/8/2022).

Menurutnya, saat ini api sudah tidak tampak lagi dan hanya menyisakan asap dari sisa-sisa pendinginan oleh petugas Damkar kemarin.

Bahkan, beberapa unit mobil Damkar beserta light rescue pemadam kebakaran yang bertahan, saat ini sudah meninggalkan lokasi kebakaran.

Muhammad Asan mengungkapkan bahwa diriny belum bisa menjawab secara pasti penyebab kebakaran pabrik jumlah kerugiannya pada pabrik tersebut.

"Sudah ditarik semua yang stand by paling pegawai disitu, dan kita menghimbau ke mereka apabila ada kejadian atau hal-hal yang tidak diinginkan atau ada api lagi bisa hubungi Damkar," katanya.

Pasca kejadian ini, pihak Damkar akan menyerahkan penanganan untuk penyelidikan dari penyebab kebakaran tersebut kepada pihak kepolisian.

Dari hasil olah TKP nanti, kata Muhammad Asan akan diketahui semua penyebab dan kerugiannya.

Saat ini, bangunan pabrik alumunium foil yang terbakar sudah disegel atau dipasang garis polisi.

Muhammad Asan menambahkan bahwa pada peristiwa ini tidak ada rumah warga, korban jiwa, dan luka-luka yang terdampak akibat kebakaran besar tersebut.

"Untuk pabriknya itu 90 persennya ludes terbakar, hanya bagian tertentu saja yang sempat terselamatkan, itu pun juga sudah hancur semua," pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved