IPB University

Keren! Mahasiswa IPB University Rancang Alat Ukur Tinggi dan Berat Badan Balita Jadi Satu di Bogor

Mahasiswa IPB University gabungkan alat pengukuran menjadi satu guna mempermudah proses pengukuran tinggi dan berat badan, terutama pada balita

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) IPB University di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Dr Nizar Nasrullah menciptakan inovasi dengan merancang alat ukur tinggi dan berat badan otomatis untuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Selama ini, untuk melakukan pengukuran tinggi dan berat badan dibutuhkan dua alat yang berbeda, sehingga kurang efisien dan membutuhkan waktu yang relatif lama.

Karenanya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) IPB University di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Dr Nizar Nasrullah menciptakan inovasi dengan merancang alat ukur tinggi dan berat badan otomatis untuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat.

Penggabungan alat pengukuran menjadi satu guna mempermudah proses pengukuran tinggi dan berat badan, terutama pada balita.

Inovasi ini juga berguna untuk mendukung modernisasi posyandu serta membantu terciptanya efisiensi penggunaan alat ukur posyandu.

Salah satu perancang alat ukur ini, Haliza Putri, menjelaskan alat ukur ini dirancang menggunakan sensor ultrasonic HC-SR04 sebagai sensor tinggi dan sensor load cell sebagai sensor berat.

Kemudian, informasi tersebut akan diproses di arduino yang hasilnya akan ditampilkan pada layar Liquid Crystal Display (LCD).

“Cara kerja alat ini cukup mudah. Balita yang akan melakukan pengukuran hanya perlu berdiri dengan stabil di atas papan yang tersedia dan hasil pengukuran secara otomatis muncul pada layar LCD. Dengan kelebihan ini, maka proses pengukuran tidak memakan waktu yang lama,” ungkap Haliza, mahasiswa IPB University.

Inovasi ini disambut baik oleh para kader posyandu. Mereka berterima kasih karena terbantu dengan adanya alat yang dirancang oleh mahasiswa KKN-T IPB University untuk kegiatan posyandu.  

“Alat ini sangat membantu. Selama keperluan posyandu, memang diperlukan alat seperti ini”, ujar Samah, salah satu kader posyandu RW 05 Desa Pasir Eurih.

Dengan terciptanya alat ini, kata Haliza, diharapkan posyandu dapat berkembang. Perkembangan tersebut akan mempermudah akses sehingga semakin menarik minat warga untuk datang ke posyandu.

“Semoga ke depan dapat tersedianya alat di setiap posyandu masing-masing RW sehingga meringankan rangkaian kegiatan posyandu di Desa Pasir Eurih,” pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved