Bikin Takjub Sandiaga Uno, Karya Foto Santri di Ponpes Tajurhalang Bogor Bakal Dikomersilkan

Ponpes yang berada di Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor ini mengadakan pameran foto dengan tema Santripreuner.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Pameran potografi di Ruhama Al Fajar di Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor (24/8/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBIGOR.COM, TAJURHALANG - Dalam mengembangkan kreatifitas santri, Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar memberikan kelas fotografi bagi para santrinya.

Ponpes yang berada di Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor ini mengadakan pameran foto dengan tema Santripreuner.

Bahkan, sejumlah pejabat seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut hadir, bersama Fadli Zon, Neno Warisman, dan juga Dedi Gumelar alias Miing.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno beserta jajarannya berkesempatan berkeliling melihat dengan seksama hasil foto karya original santri.

Awaludin Arif, pengajar kelas potografi santri di Ponpes Ruhama Al Fajar, mengatakan tema foto yang diangkat pun cukup sederhana, yaitu keseharian santri di lingkungan ponpes.

Dari pantauan TribunnewsBogor.com, hasil jepretan yang dipamerkan seperti saat santri sedang memberi pakan ternak, foto saat panen buah, memotonh rumput, intinya semua kegiatan sederhana yang ada dilingkungan pondok pesantren.

"Jadi foto yang dipamerkan ini adalah rangkuman selama santri mengikuti kelas foto selama dua tahun, sekarang masuk ke tahun ke tiga, karena ini santri, saya ingin teman-teman (santri) ini mengenal lingkungan sekitar dulu, apalagi santri ini kan engga boleh keluar, kalau keluar ini mesti izin," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (24/8/2022).

Pada bagian bawah bingkai foto juga terdapat keterangan pemilik karya tersebut, yang tertulis nama, usia dengan rentang 14 sampai 17 tahun, dan asal daerah para santri ini dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, karena ini merupakan pondok pesantren yatim dan duafa, Awaludin mengatakan siapapun tidak akan menyangka akan ada kelas potografi di dalamnya.

Dengan begitu, dirinya ingin menciptakan suatu trobosan agar para santri ini memiliki minat dan bakat dalam seni potografi.

Awaludin mengungkapkan, hasil karya foto yang dihasilkan pun menggunakan dua kamera kepunyaannya, yang digunakan secara bergantian dengan para santri.

"Ini kan ponpes yatim dan duafa, jadi orang engga berfikiran bakal ada kegiatan potografi, apalagi kamera juga engga ada, karena mereka juga engga memiliki kamera, jadi saya menyediakan kamera yang bisa digunakan untuk mereka belajar, jadi mereka menggunakan kamera yang saya punya, kalau saya pake berarti cuma satu," ungkapnya.

Dengan harapan, lanjut Awaludin, para santri ini nantinya bisa mendapat penghasilan dari bidang potografi yang diajarkannya.

"Pasti ada menuju kesana komersil, supaya santri berfikir yatim duafa tapi juga bisa berkarya melalui potografi dan menghasilkan tanda kutip materi, sudah ada juga dua orang santri yang ikut motret pernikahan jadi mereka mendapat pemasukan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved