Polisi Tembak Polisi

Bongkar Ulah Brigjen Hendra di Rumah Brigadir J, Kapolri Geram: Keluarga Histeris

Jenderal Listyo Sigit mengungkap Brigjen Hendra Kurniawan yang terseret dalam kasus tewasnya Brigadir J, yang berperan larang keluarga merekam jasad

Istimewa/Kompas.com
Peran Brigjen Hendra Kurniawan yang melarang keluarga merekam jasad Brigadir J diungkap langsung oleh Jenderal Listyo Sigit 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mantan Karopaminal Divpropam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan ikut terseret dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Diketahui sebelumnya, Brigjen Hendra Kurniawan ikut terlibat dalam menghilangkan kamera CCTV di rumah dinas eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Tak hanya itu, Brigjen Hendra Kurniawan juga disebut melarang keluarga Brigadir J untuk merekam jasad mendiang dengan alasan aib.

Namun, selang beberapa hari kemudian, usai terungkapnya kematian Brigadir J, anak buah Irjen Ferdy Sambo itu dinonaktifkan dari jabatannya.

Hendra resmi dicopot dari kursi Karo Paminal pada 4 Agustus 2022, bersamaan dengan pencopotan Sambo dari jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.

Dia diduga melanggar kode etik karena tidak profesional dalam menangani kasus kematian Brigadir J.

Baca juga: Terbukti Halangi Penyidikan di Rumah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan Terancam Hukuman Berat

Di awal mencuatnya kasus ini, Hendra disebut-sebut melarang pihak keluarga membuka peti jenazah Brigadir J. Dia juga dikabarkan mengintimidasi keluarga Yosua.

Belakangan, ulah Hendra terungkap. Tindakan inilah yang menjadi salah satu penyebab dia dicopot dan kini dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Sempat dibantah

Sementara, tudingan soal Brigjen Hendra melarang keluarga membuka peti diungkap pertama kali oleh pengacara Brigadir J, Johnson Panjaitan.

Oleh karenanya, di awal terungkapnya kasus ini, pihak keluarga mendesak Polri menonaktifkan Hendra.

“Karena dia yang melakukan pengiriman mayat dan melakukan tekanan kepada keluarga untuk pelarangan membuka peti mayat,” ucap Johnson saat dihubungi, Selasa (19/7/2022).

Terpisah, kuasa hukum keluarga lainnya, Kamaruddin Simanjuntak, juga mengatakan hal serupa. Dia menyebut Karo Paminal sempat memberikan perintah yang terkesan mengintimidasi keluarga Brigadir J.

“Datang ke kami sebagai Karo Paminal di Jambi dan terkesan intimidasi keluarga almarhum dan memojokkan keluarga sampai memerintah untuk tidak boleh memfoto, tidak boleh merekam, tidak boleh pegang HP, masuk ke rumah tanpa izin langsung menutup pintu,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved