Breaking News:

IPB University

Edukasi Suku Anak Dalam Jambi, Mahasiswa KKN-T IPB University Buat Sekolah Rimbo Pintar

Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T), mahasiswa IPB University turut mendorong peningkatan edukasi bagi SAD Jambi.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T), mahasiswa IPB University turut mendorong peningkatan edukasi bagi SAD Jambi. Salah satu program yang disusun adalah Program Belajar di Sekolah Rimba (BERSERI). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Indonesia sudah dikenal sebagai negara yang memiliki berbagai macam suku dan budaya.

Bahkan, suku yang ada masih sangat terjaga nilai-nilai lokalnya. Salah satunya adalah SAD atau Suku Anak Dalam Jambi. SAD adalah sebutan diri bagi komunitas adat terpencil yang hidup dan tersebar dalam hutan di Provinsi Jambi. 

SAD dianggap sebagai masyarakat yang terasing. Masyarakat terasing merupakan kelompok orang atau masyarakat yang hidup dalam kesatuan-kesatuan kecil yang bersifat lokal dan terpencil dan masih sangat terikat pada sumber daya alam dan habitatnya yang secara sosial budaya terasing.

Hingga kini, mereka masih bergantung pada hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan masih tertutup dengan masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T), mahasiswa IPB University turut mendorong peningkatan edukasi bagi SAD Jambi.

Salah satu program yang disusun adalah Program Belajar di Sekolah Rimbo (BERSERI).

Program ini berisi kegiatan belajar sambil bermain bersama anak-anak usia 3-8 tahun di Sekolah Rimbo Pintar Desa Pematang Kabau, Kabupaten Sarolangun Jambi.

“Kami memulai kegiatan ini dengan menceritakan dongeng yang memuat edukasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kemudian dilanjutkan dengan bermain sambil belajar mengenai pemilihan jenis sampah organik dan anorganik. Anak-anak diajarkan cara membedakan antara sampah organik dan anorganik dan cara pemanfaatannya,” tutur Siska Aisyah Sabila, Ketua Kelompok KKN-T IPB University Desa Pematang Kabau.

Siska melanjutkan, selama kegiatan, anak-anak SAD sangat antusias dan bersemangat mengikuti Sekolah Rimbo Pintar ini.

Kegiatan selanjutnya, bertema kesehatan diri melalui senam bersama. Anak-anak bergerak dengan gembira dan berusaha mengikuti setiap gerakan senam.

Dalam kesempatan itu, anak-anak juga diberikan penjelasan pentingnya menjaga kebersihan diri, khususnya gigi. Mahasiswa memberikan praktik cara menggosok gigi yang baik dan benar.

Praktek menggosok gigi dilakukan oleh siswa Sekolah Rimbo Pintar di sumber air terdekat yang dijadikan sebagai tempat mandi dan membersihkan diri mereka.

“Harapannya kegiatan yang dilaksanakan memberikan manfaat bagi anak-anak Suku Anak Dalam dan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Siska.

Secara lengkap program edukasi ini disusun oleh kelompok KKN-T IPB University yang beranggotakan Ane Septahayu Tsabita, Arvinrasyid Arkananta G, Ria Sukma Dewi, Shaquila Rahma Khairunnisa, M Hafizh Arya Kumala, Farhah Azizah Salsabila dan Siska Aisyah Sabila.

Mereka merupakan mahasiswa IPB University dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata dan Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved