380 Ribu Ton Limbah B3 se-Indonesia Masuk ke Kabupaten Bogor, PT PPLI Siap Mengolah Jadi Manfaat

PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) mampu menampung limbah B3 hingga ratusan ribu ton.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi
PT PPLI per tahunnya mampu menampung limbah B3 sebanyak 380 ribu ton dari seluruh Indonesia yang nantinya akan diolah hingga aman dan akan dilepaskan ke lingkungan, Jumat (26/8/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, KLAPANUNGGAL - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang berlokasi di Jalan Raya Narogong, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, ini setiap tahunnya mampu menampung limbah B3 hingga ratusan ribu ton.

Technical Engineer PT PPLI, Muhammad Yusuf Fidaus mengungkapkan bahwa di PT PPLI ini kapasitas penampungan limbahnya sekitar 350 ribu sampai 380 ribu per tahun.

"Angka itu kalau normal, tapi kalau masa pandemi ini ya lebih berkurang ya pastinya," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (26/8/2022).

Untuk proses pengolahan ratusan ribu ton limbah B3 itu, di PT PPLI ini memiliki berbagai macam prosesnya. 

Bahkan, dalam penolahannya banyak yang menggunakan alat berat, seperti excavator yang akan mencacah limbah B3 hingga 50 ton per harinya. 

Muhammad Yusuf Fidaus mengatakan bahwa untuk proses pengolahan lainnya itu berbeda, berbagai macam jenis. 

"Itu kapasitas dan proses dan perlakuannya juga beda, disini diantaranya ada proses fisikal kimia, biologi, macam-macam setiap areanya beda, itu yang mejernya aja yang ke bawahnya ada lagi," jelasnya. 

Pada prosesnya, di PT PPLI ini kurang lebih terdapat 10 proses untuk pengolahan limbah B3. 

Bahkan, menurutnya limbah B3 yang ada di perusahaan ini berasal dari seluruh Indonesia.

Muhammad Yusuf Fidaus menjelaskan bahwa PT PPLI ini merupakan perusahaan yang sudah memiliki izin di Indonesia untuk hal limbah tersebut, yang di mana merupakan satu-satunya yang terintegrasi di Indonesia.

"Setiap harinya limbah limbah dari luar yang masuk kesini itu pasti ada, udah gak keitung rata-rata jumlahnya, tapi kalau di hitung per bulannya itu rata-rata ada di 30 ribu per tonnya," paparnya.

Diketahui, angka tersebut kata Muhammad Yusuf Fidaus terhitung saat sebelum adanya pandemi Covid-19, yang di mana saat masa pandemi kemarin angka tersebut mengalami penurunan. 

Tetapi, untuk saat ini angka tersebut sudah mulai meningkat kembali, bahkan untuk penerimaan limbah dari luar pun sudah mulai banyak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved