Cucunya Mengidap Hidrosefalus, Nenek di Cigudeg Bogor Setiap Hari Meneteskan Air Mata

Kondisi kehidupan yang kurang berpihak dirasakan seorang balita di Kampung Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Mariah, nenek dari Labib Balita Penderita Hidrosefalus di Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor (26/8/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGUDEG -  Kondisi kehidupan yang kurang berpihak dirasakan seorang balita di  Kampung Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Balita tersebut bernama Labib Al Mumin dan berusia 1 tahun 11 bulan.

Ya, Labib Al Mumin divonis menderita penyakit Hidrosefalus.

Dengan kondisi yang dialami, orang tua Labib terus berjuang untuk menyembuhkan sang buah hati di tengah keterbatasan ekonomi.

Mendengar kabar Labib yang membutuhkan bantuan, Menteri Sosial Tri Rismaharini tergerak hatinya untuk melihat kondisi balita malang tersebut.

Dalam kunjungannya pada 25 Agustus 2022, Tri Rismaharini mengatakan akan membantu pengobatan Labib dengan membawanya ke Balai Sosial Jakarta, agar lebih mudah saat melakukan cek rutin ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM).

TribunnewsBogor.com pun menyambangi kediaman Labib, dan benar saja hari ini Labib sedang tidak berada di rumah.

Nenek dari Labib, Mariah mengatakan, Labib beserta kedua orang tuanya sedang pergi ke Jakarta untuk keperluan pengobatan.

"Engga ada Labibnya dibawa ke Jakarta berobat, tadi pukul 07.00 WIB dijemput pake mobil, sama orang kementerian (kemensos) kayaknya," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (26/8/2022).

Lebih lamjut, Mariah mengatakan memang sudah jadwalnya dua kali dalam seminggu Labib untuk melakukan cek kesehatan di RSCM.

"Emang tiap selasa sama jumat, makanya kalau harus bolak balik kasian ongkosnya juga mahal," katanya.

Mariah mengungkapkan, merasa prihatin melihat kondisi cucunya.

Selain penyakitnya yang cukup sulit disembuhkan, ia mengatakan keuangan dari orang tua labib pun terbilang kurang mampu.

"Saya juga nangis terus liatnya tiap hari, ini cobaan buat saya dan anak saya (ayah Labib), bapaknya jualan cilok sehari paling Rp 100 ribu, itupun kalau abis, kadang kan masih nyisa," katanya.

Dengan keadaan yang seperti itu, dirinya sangat berharap Labib dapat disembuhkan dengan sesegera mungkin.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved