Mensos Risma Tegaskan Tak Boleh Lagi Ada ODGJ di Bogor yang Dipasung

Tri Rismaharini menegaskan bahwa tak boleh lagi ada pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Vivi Febrianti
Istimewa
Menteri Sosial Tri Rismaharini ketika mengunjungi balita pengidah Hidrosefalus di Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan bahwa tak boleh lagi ada pasien orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ) yang di pasung.

Karena hal tersebut dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM).

Mantan Wali Kota Surabaya ini mengatakan saat awal menjadi Menteri Sosial pada 2021, pihaknya membebaskan pasung di wilayah Jawa Barat lebih dari 2.000 pasien yang ter pasung

"Total 4.700 pasien yang kami bebaskan dari pasung, 50 persennya itu dari Jawa Barat," ujarnya saat pelepasan tim medis Program Pengobatan Keliling 445 Desa di halaman Kantor DPC PDIP Kabupaten Bogor, Kamis (26/8/2022).

Menurutnya, dari beberapa kasus ODGJ yang ia tangani, sebagian di antaranya berhasil sembuh dengan uluran tangan bersama.

"Jangan kucilkan mereka, setelah mereka sembuh, kita berikan fasilitas BPJS, mereka bisa hidup normal seperti kita-kita semua. Saya berharap kita bisa bersama-sama membantu mereka," kata Risma.

Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan itu menyebutkan bahwa akar masalah penanganan ODGJ yang kurang baik ialah disebabkan faktor ekonomi yang dalam tanda kutip kurang mampu.

Sehingga hal tersebut yang membuat pasien ODGJ terpaksa di pasung oleh keluarga.

"Awal dari itu sebagian besar adalah masalah ekonomi, saya pelajari di beberapa tempat. Karena itu, mereka tidak bisa membayar kesehatan, memang kita harus turun," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved