IPB University

Perilaku Ini Munculkan Penyakit Generasi Baru, Sarkoma Kaposi yang Tidak Ada Obatnya

Dari situs CDC (Centers for Disease Control and Prevention) atau Kemenkes Amerika, dr Inong menyebut LGBT terutama LSL paling gampang terkena HIV.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
dr Dewi Inong Irana, SpKK, FINSDV, FAADV, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin sekaligus Sukarelawan Kesehatan Masyarakat dalam kegiatan Ngobrol Perkara Isu yang digelar Forum Mahasiswa Pascasarjana (Forum Wacana) IPB University, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender ( LGBT) dan Lelaki Seks dengan Lelaki/LSL) adalah perbuatan yang dilarang Pancasila. Tidak ada agama yang setuju perzinaan, apalagi yang lewat dubur.

Hal ini disampaikan dr Dewi Inong Irana, SpKK, FINSDV, FAADV, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin sekaligus Sukarelawan Kesehatan Masyarakat dalam kegiatan Ngobrol Perkara Isu yang digelar Forum Mahasiswa Pascasarjana (Forum Wacana) IPB University, beberapa waktu lalu.

Menurut dr Inong, data Departemen Kesehatan Juni 2021 menunjukkan jumlah ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) terbanyak di usia 25-49 tahun (usia produktif).

Laki-laki (69 persen) lebih banyak 2:1 dibanding perempuan (31 persen). Penularan terbanyak dari homoseksual LSL (lelaki seks dengan lelaki dan waria).

Saksi ahli di Forum Indonesia Lawyers Club (ILC) bertopik Betapa Bahayanya LGBT ini menambahkan, dari situs CDC (Centers for Disease Control and Prevention) atau Kemenkes Amerika, LGBT terutama LSL paling gampang terkena HIV karena perilaku seks dubur dan suka berganti-ganti pasangan.

Dubur itu tempat keluarnya kotoran, berbeda dengan organ kelamin yang ada periode bersihnya.

“Jika kita melihat Amerika, mereka mengesahkan hubungan sejenis tapi dokternya juga bingung karena timbul penyakit baru seperti cacar monyet dan sarkoma kaposi generasi baru yang tidak ada obatnya," jelasnya.

dr Inong melanjutkan, baru 2019 diketahui ternyata sarkoma kaposi mutasi dari virus herpes kelamin atau herpes simpleks tipe 2.

"Tapi sekarang tipe 1 juga bisa terbawa karena orang “bermain” lewat oral. Sudah kacau balau zinanya. Jadi, semua penyakit yang aneh-aneh itu sebenarnya dimulai dari LGBT dan LSL,” jelas pembina dan dokter konsultan Yayasan Peduli Sahabat tersebut.

Menurutnya, kontak seksual bisa melalui kelamin- kelamin, kelamin-mulut, dan kelamin-dubur yang paling banyak penularannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved