Soal Rencana Penghapusan Guru Honorer di 2023, Disdik Kota Bogor Putar Otak: Kami Sangat Memerlukan

Rencana penghapusan tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang membuat sejumlah pegawai harap-harap cemas.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Ilustrasi Kadisdik Kota Bogor Hanafi yang terus mempertahankan status guru honorer di Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Rencana penghapusan tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang membuat sejumlah pegawai harap-harap cemas.

Peraturan yang dibuat oleh Menpan RB ini, mengharuskan instansi untuk memangkas tenaga honorer.

Tak terkecuali, bagi guru-guru honorer yang ada di Kota Bogor.

Walaupun sejatinya, nasib honorer ini masih bisa dipertimbangkan apakah nantinya akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), atau langsung Aparatur Sipil Negara (ASN).

Jika menilik Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kota Bogor, saat ini ada 3.000 guru honorer yang aktif mengajar di sejumlah sekolah.

Hal itu pun, membuat Dinas Pendidikan (Disdik) memutar otak menanggapi hal ini.

Kadisdik Kota Bogor Hanafi menerangkan, guru honorer di sejumlah sekolah masih dibutuhkan.

"Guru honorer akan dihapuskan di 2023 sudah tidak ada lagi, kalau kami di dunia pendidikan itu sangat memerlukan guru honorer itu. Walaupun secara berjenjang secara bertahap pemerintah akan mengangkat PPPK," kata Hanafi saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Sabtu (27/8/2022).

Sikap membutuhkan itu, Hanafi gambarkan, jika beberapa guru honorer yang diberhentikan, sirkulasi pangajaran sudah barang jelas terganggu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved