IPB University

Cara Jantanisasi Ikan Nila dari Himakua IPB University, Langkah Menekan Biaya Pakan

Dosen IPB University menjelaskan, sex reversal dilakukan untuk jantanisasi terhadap ikan nila sehingga dapat mempercepat pertumbuhan.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua) IPB University melakukan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat mengenai pelatihan cara jantanisasi (sex reversal) ikan nila. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua) IPB University melakukan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat mengenai pelatihan cara jantanisasi (sex reversal) Ikan Nila.

Kegiatan diikuti tak kurang dari dua puluh warga desa, bertempat di Mushola As'surrur yang berdekatan dengan kolam pemeliharaan ikan.

Hadir sebagai narasumber, Fajar Maulana, SPi, MSi selaku dosen IPB University dari Departemen Budidaya Perairan (BDP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Dalam kesempatan itu ia mengatakan, tujuan pelatihan ini yaitu untuk berbagi ilmu dan berdiskusi untuk meningkatkan pendapatan dan usaha dalam bidang budidaya, terutama ikan nila.

Harapannya masyarakat Desa Purwasari mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini.

Dosen IPB University itu menjelaskan, sex reversal dilakukan untuk jantanisasi terhadap ikan nila sehingga dapat mempercepat pertumbuhan serta menekan biaya pakan.

Dimorfisme seksual ikan nila, khususnya jantan lebih cepat tumbuh daripada nila betina.

Kelamin ikan nila masih dapat berubah hingga umur 40 hari sehingga dapat diarahkan menjadi jantan.

“Pelatihan sex reversal menggunakan hormon Metil Testosteron (MT) dengan efektivitas keberhasilan sebesar 90-95 persen. Penggunaan MT dapat dicampur dengan pakan maupun perendaman selama 4-8 jam. Dengan takaran 5,5 gram/liter MT dapat dipakai untuk 10.000 larva ikan dicampur 5 liter air," terang Fajar Maulana, SPi, MSi selaku narasumber.

"Pelatihan melibatkan warga desa secara langsung, sehingga masing-masing mereka dapat mencobanya sendiri mulai dari penimbangan bahan, perendaman larva hingga penyemprotan pakan," ungkap Bintang Lazuardi, Ketua PPK Ormawa Himakua.

Kegiatan ini mendapatkan respon baik dari masyarakat Desa Purwasari.

Hal ini terlihat dari partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan diskusi.

Masyarakat mengeluhkan terkait budidaya ikan nila di sini yang memerlukan biaya yang besar serta waktu pembesaran yang terlalu lama.

"Kami, warga Desa Purwasari, khususnya Rukun Tetangga (RT) 1 hingga RT 7 ingin mendapatkan pendapatan tambahan dan lebih produktif. Sumber air deras yang belum termanfaatkan secara optimal dan adanya sumber daya manusia (SDM) yang melimpah. Harapannya program mahasiswa IPB University ini tidak berhenti sampai kegiatan selesai tapi juga berkelanjutan," jelas Sarnata, Ketua Rukun Warga (RW) Desa Purwasari

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved