Sosialisasi Eco Enzim, TIM PPK Ormawa IPB University Ajak Warga Cibanteng Bogor Ikut Lomba

Lomba IPB University ini berupa cerdas cermat mengenai hidup bersih dan sehat, zero waste dan hemat energi dalam rangka rumah tangga tanggap iklim.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Resources and Environmental Economics Student Association (REESA) Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) IPB University mengadakan lomba cerdas cermat dan membuat eco enzym di Lapangan Kampung Kebon Kopi, Cibanteng, Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Resources and Environmental Economics Student Association (REESA) Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) IPB University mengadakan lomba yang unik untuk warga Cibanteng, Ciampea, Bogor.

Lomba digelar di Lapangan Kampung Kebon Kopi, Cibanteng, Bogor.

Lomba berupa cerdas cermat mengenai hidup bersih dan sehat, zero waste dan hemat energi dalam rangka rumah tangga tanggap iklim.

Ada juga lomba membuat eco enzym dalam rangka pengelolaan sampah organik. Per lombaan ini diikuti oleh 25 ibu-ibu yang terbagi dalam lima tim.

“Lomba yang pertama adalah menjawab kuis tentang hidup bersih dan sehat, zero waste, dan hemat energi. Contoh pertanyaan kuis berupa benar atau salah kalau perilaku hidup bersih dan sehat dapat dimulai dengan membersihkan rumah secara rutin. Cerdas cermat ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam mengimplementasikan green lifestyle,” ujar Hajar Nur Asya Ulpah selaku Ketua Badan Pengawas Himpunan Mahasiswa REESA.

Lomba kedua, lanjutnya, yaitu membuat eco enzym dalam waktu dua menit. Tim yang selesai dengan waktu tercepat akan memenangkan per lombaan.

“Lombanya unik, jadi bisa menarik perhatian warga buat ikutan dan bisa jadi media belajar buat warga sekitar,” ungkap Hajar.

Ia berharap kegiatan sosialisasi dan pembuatan eco enzym yang dikemas dalam bentuk lomba ini bisa membuat para warga, khususnya ibu rumah tangga, menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.

Eco Enzym yang telah dibuat harus ditunggu selama tiga bulan dan ke depannya akan dibuat produk turunan eco enzym yang salah satunya bisa digunakan untuk pupuk tanaman.

“Ini pertama kalinya ada lomba membuat eco enzym. Saya juga jadi tahu tentang eco enzym, mulai dari cara membuat sampai kegunaannya,” ujar Eman salah satu peserta lomba. Para peserta lomba terlihat antusias dalam membuat eco enzym. Selain dikejar waktu, peserta lomba juga harus teliti dalam menimbang komposisi bahan eco enzym.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved