Kreatif! Mahasiswa IPB University Buat Kompres Pereda Demam dari Pelepah Pisang dan Jarak Pagar

Mahasiswa IPB University membuat kompres instan yang memanfaatkan bahan alami dari daun jarak pagar dan pelepah pisang sebagai bahan baku hydrogel.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Sejumlah mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University berhasil membuat kompres pereda demam dari jarak pagar dan pelepah pisang yang diberi nama compress fever herbs (CFH). 

 TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sejumlah mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University berhasil membuat kompres pereda demam dari jarak pagar dan pelepah pisang.

Kompres pereda demam tersebut diberi nama compress fever herbs ( CFH).
 
Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University yang terlibat yaitu Helvia Febriana, Siti Abdiyah Wandani, Adinda Zahrani, Annisa Saadatul, Afifah Dwi Rahmayanti.

Melalui pekan kreativitas mahasiswa (PKM) dengan bidang kewirausahaan, kelima mahasiswi berusaha membuat inovasi plester hydrogel penurun demam untuk segala usia berbasis zero waste.  
 
Helvia Febriana menerangkan, CFH (Compress Fever Herbs) merupakan kompres instan yang memanfaatkan bahan alami.

Bahan alami yang dipakai yaitu pelepah pisang sebagai bahan baku hydrogel.
 
“Sesuai namanya, CFH ini terbuat dari bahan dasar alami yaitu daun jarak pagar dan pelepah pisang,” kata Helvia.
 
Mahasiswi IPB University itu melanjutkan, daun jarak pagar (Jatropha curcas L) terkenal sebagai tanaman obat dengan banyak manfaat.

Daun jarak memiliki beberapa kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, glikosida, alkaloid, kuersetin, senyawa polifenol dan steroid.

Selain itu, terdapat senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai peredam radikal bebas yang sangat kuat dan membantu mencegah penyakit yang berhubungan dengan stress oksidatif.

Jarak pagar juga memiliki aktivitas antimikroba, anti karsinogenik, antiplatelet, anti iskemik, anti alergi, antiinflamasi serta antipiretik.
 
“Antipiretik pada flavonoid tersebut dapat menurunkan demam pada tubuh,” terangnya.

Helvia menilai, kompres instan dari hidrogel berbahan baku anorganik umumnya sulit untuk terurai jika dibuang langsung ke lingkungan.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, pelepah pisang dapat dimanfaatkan menjadi bahan penyerap (hidrogel) ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, jaringan polimer hidrofilik pada hidrogel dari pelepah pisang memiliki sifat tidak mudah larut dan mampu menyimpan air serta larutan fisiologis hingga ribuan kali dari berat keringnya.
 
“Hidrogel dari pelepah pisang diproses menggunakan metode isolasi dengan tujuan menghasilkan selulosa yang bebas dari kandungan zat lain seperti lignin dan hemiselulosa,” tambah Helvia.
 
Ia menyebut, selulosa inilah yang menjadi bahan utama pembuatan hidrogel karena mempunyai daya serap tinggi. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved