Selain di Sukaraja, Polres Bogor Gerebek Penimbunan BBM di Nanggung, Dua Pelaku Dibekuk

Selain di wilayah Sukaraja, Polres Bogor juga gerebek lokasi penimbunan BBM bersubsidi di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Barang bukti penimbunan BBM bersubsidi di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Selain di wilayah Sukaraja, Polres Bogor juga gerebek lokasi penimbunan BBM bersubsidi di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

"Di Nanggung kita sudah lakukan penindakan, dan sudah dilakukan penyitaan terhadap barang buktinya," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan, Rabu (31/8/2022).

Dalam pengungkapan di Nanggung ini, Polisi mengamankan sebanyak 2 orang terduga pelaku.

"Yang di Nanggung dua tersangka," kata AKBP Iman Imanuddin.

Namun sementara ini, Polisi masih belum membeberkan motif, total barang bukti maupun detail yang lainnya.

Pendalaman lebih lanjut masih dilakukan karena diduga masih ada pelaku lainnya yang terlibat penimbunan BBM bersubsidi di wilayah Nanggung tersebut.

"Nanti kita rilis," tambah Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan.

Diberitakan sebelumnya, pelaku berinisial DM alias Z (35) diamankan Satreskrim Polres Bogor atas kasus dugaan penimbunan BBM jenis pertalite dan solar bersubsidi di sebuah rumah di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Modus yang dilakukan pelaku adalah mengumpulkan BBM solar bersubsidi dan pertalite dengan cara berkeliling SPBU di Kota Bogor untuk kemudian ditimbun.

"Pelaku membeli BBM solar subsidi dan pertalite dari pom bensin yang ada di wilayah Bogor Kota dengan cara keliling ke setiap pom bensin," kata Kasi Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena dalam keterangannya, Minggu (28/8/2022).

Untuk mengelabui petugas SPBU saat mengumpulkan BBM, pelaku memodifikasi kendaraannya.

Yakni menggunakan mobil pikap atau truk engkel yang sudah dimodifikasi tangkinya.

"Dimodifikasi tangkinya (menyambung) ke beberapa drum," katanya.

Diketahui, kasus ini terungkap setelah rumah yang dijadikan gudang penimbunan BBM di Sukaraja ini digerebek atas informasi masyarakat yang sudah diselidiki Polisi sejak Jumat (26/8/2022).

Dalam perkara ini, Polisi menyita barang bukti berupa 8 drum kapasitas 200 liter berisi solar, 11 drum kosong, 18 jeriken berkapasitas 35 liter berisi pertalite dan 1 unit mobil untuk pengangkut solar berkapasitas 1.900 liter.

Disita pula barang bukti 1 kempu berkapasitas 1.000 liter kosong, 2 selang atau nozlel dan yang lainnya.

"Pelaku dijerat Pasal 55 UU RI No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang diubah dalam UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved