Kasus Pencabulan Gadis Disabiltas di Bogor Mulai Terkuak, Ibu Korban Tangkap Pelaku saat Jajan

Terkuaknya identitas terduga pelaku ini  diketahui sendiri oleh ibu dari GSN sendiri yang mencoba menelusuri TKP pemerkosaan kepada anaknya

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
GSA (36) ibu dari GSN anak penyandang disabilitas yang dicabuli di wilayah Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, saat kembali disambangi TribunnewsBogor.com, Jumat (2/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - GSA (36) ibu dari gadis disabilitas yang dicabuli di Bogor mulai bisa tersenyum.

Bukan tanpa sebab, identitas dari satu orang terduga pelaku, sudah mulai terkuak.

Terkuaknya identitas terduga pelaku ini  diketahui sendiri oleh ibu dari GSN sendiri yang mencoba menelusuri TKP pemerkosaan kepada anaknya yang disebut di salah satu taman yang tak jauh dari Halte Biskita Transpakuan Ciparigi.

"Jadi kan setelah digituin (disetubuhi) anak saya diajak nginep. Kalau kata anak saya ada empat orang laki-laki. Nah, yang saya temuin itu yang nganterin pakai motor besok harinya. Awalnya saya iseng aja pura-pura jajan. Eh taunya dia ada disitu," kata GSA saat disambangi  TribunnewsBogor.com, Jumat (2/9/2022).

GSA mengetahui bahwa orang yang ditemukannya itu merupakan terduga pelaku, lantaran GSN masih ingat betul wajah dari yang mengantarnya.

"Jadi spesialnya anak saya ini dia ingatan wajah sama nama itu kuat banget. Jadi, saya ajak dia ke taman terus nunjukin bahwa dia yang nganterin," ungkapnya.

Langsung saja, GSA pun melaporkan kepada pihak keamanan setempat.

Terduga pelaku pun, sudah dimintai keterangan oleh aparat setempat.

"Nah alhamdulilah sudah dimintai keterangan informasinya. Dia mengaku ga terlibat cuman disuruh jagain aja. Dia juga mengaku memang sudah tidak sekolah. Kerjanya ngamen," ungkapnya.

Meski begitu, tegas GSA, pelaku utama dari kasus pencabulan yang menimpa anak semata wayangnya ini mesti ditangkap dan diproses hukum.

"Ya tentu saja memang pelaku harus segera diamankan. Berapa banyak berita pencabulan disabilitas namun habis itu hanya sebatas lewat aja.  Tidak ada penegakan hukum, makannya kalo ditanya mau damai gak? Engga. Karena akan banyak lagi korban kalo saya ambil langkah itu," tegasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved