Anggota DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM

Achmad Fathoni, masyarakat menanyakan alasan naiknya BBM karena 70 persen subsidi salah sasaran, padahal yang seharusnya mengawasi adalah pemerintah

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni kritisi naiknya harga BBM bersubsidi ditengah kesulitan masyarakat (6/7/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni mengkritisi naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pertanggal 3 September 2022 kemarin.

Menurutnya, ditengah kesulitan masyarakat usai dihantam pandemi, menaikkan harga BBM bersubsidi bukanlah kebijakan yang tepat.

Disamping itu, pria yang duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Bogor itu mengatakan, banyak masyarakat yang bertanya-tanya soal naiknya harga BBM bersubsidi.

Kata Achmad Fathoni, masyarakat menanyakan alasan naiknya BBM karena 70 persen subsidi salah sasaran, padahal yang seharusnya mengawasi adalah pemerintah itu sendiri.

Tetapi, lanjut Achmad Fathoni, kondisi saat ini justru masyarakat seolah dihukum dengan dicabutnya BBM bersubsidi.

Selain itu, dirinya mewakili banyak pertanyaan dari masyarakat yang menanyakan salah sasaran seperti apa, sedangkan pertalite baru muncul tahun 2015 dan baru saja berubah status menjadi BBM bersubsidi pada 4 April 2022 lalu.

Ditambah lagi dengan adanya kabar bahwa subsidi BBM akan dialihkah menjadi bantuan langsung tunai (BLT), menurutnya pemerintah harus berkaca pada pembagian bantuan yang bermasalah belakangan ini.

"Silahkan cek penyaluran BLT sebelum-sebelumnya, banyak penyimpangan dan salah sasaran, bahkan yang paling menyedihkan banyak yang dikorupsi, lihat kasus Mensos Juliari," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (5/9/2022).

Lebih lanjut, politikus dari partai PKS ini mengatakan, imbas dari kenaikan BBM berdampak pada naiknya harga-harga ditengah kebutuhan masyarakat.

"Ini sekarang sudah banyak harga-harga yang naik, mulai dari angkutan yang naikin tarif sndri-sendiri. Pemerintah cenderung abaikan, tidak peduli dan turun untuk mengurusnya," katanya.

Dengan begitu, ia mengatakan pemerintah harus mendengarkan jeritan suara rakyat ditengah keterpurukan masyarakat 

"Jadi, mohon pemerintah perhatikan kondisi rakyat banyak, bantu mereka dengan batalkan kenaikan harga BBM," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved