Demo Kenaikan BBM

Terima Aspirasi Massa Aksi Buruh, DPRD Kabupaten Bogor Akan Ambil Sikap Kenaikan Upah

Perwakilan buruh yang melalukan aksi unjuk rasa di depan komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor berhasil menemui perwakilan DPRD Kabupaten Bogor.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Massa buruh yang melakukan aksi penolakan bbm dan kenaikan upah di depan komplek pemerintahan Kabupaten Bogor melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor (6/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sejumlah perwakilan buruh yang melalukan aksi unjuk rasa di depan komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor berhasil menemui perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor.

Para perwakilan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan (FSPKEP) melakukan audiensi dengan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi dan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ruhiyat Sujana, turut serta juga Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor.

Ridwan Muhibi mengatakan, sudah menerima aspirasi dari para buruh dan akan mendorong dewan pengupahan Kabupaten Bogor untuk segera memutuskan soal tuntutan kenaikan upah imbas dari naiknya harga BBM.

"Kami meminta kepada dewan pengupahan untuk segera diputuskan oleh pemerintah, dan kajian-kajian sesuai dengan laju pertumbuhan ekonominya, nanti bulan November, karena mengukur laju ekonomi dan inflasinya disitu," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (6/9/2022).

Bahkan, Ridwan Muhibi mengatakan akan mengundang pihak-pihak terkait dengan sisa rapat satu kali lagi, agar dalam proses pengkajian dilakukan secara komprehensif.

"Kita hadirkan kalau bisa Bapeda, dan pemerintah putuskan naik atau tidak (upah) biar mereka dengar langsung," katanya.

Disamping itu, dirinya mengatakan yang terpenting adalah menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dirinya pun mengakui, dampak dari kenaikan BBM ini berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat menengah kebawah.

"Bahwa memang betul dampak ekonomi itu menyentuh sasaran akar masyarakat, kondisi bbm juga mempengaruhi," katanya.

Dengan begitu, terkait tuntutan lain yang dibawakan oleh serikat buruh mengenai penolakan naiknya BBM, dirinya akan menyampaikannya kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

"Hasil rapat ini kami akan sampaikan kepada pimpinan kami, nanti kami sampaikan sikap pimpinan kita secara kolektif kolegial menyampaikan secara tertulis," katanya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ruhiyat Sujana, menyatakan sikapnya yang menolak terkait kenaikan BBM.

Dirinya mengatakan akan mendorong secara kelembagaan untuk mengambil sikap secara musyawarah.

"Kita kan beda cara menilai, kalau bicara soal kelembagaan kita akan coba mendorong, karena dulu juga sempet secara kelembagaan merekomendasi ke DPRD pusat terkait menyatakan sikap waktu omnibuslaw," ujarnya.

"Adapun secara kolektif ini kan berbeda warna dan suaranya juga beda-beda, kalau bicara kolektif kolegial tentunya kami juga akan mengambil sikap," sambungnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved