Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Citeureup Bogor Geram dan Tebar Ikan Lele di Jalan Sabilillah
Kekesalan warga ini dikarenakan pada ruas jalan yang rusak tersebut tidak kunjung diperbaiki, hingga terdapat sebuah lubang besar dan menjadi kubangan
Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Yudistira Wanne
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Jalan Sabilillah di Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, rusak parah.
Kondisi jalan yang rusak itu kerap kali membuat sejumlah warga sekitar geram.
Kekesalan warga ini dikarenakan pada ruas jalan yang rusak tersebut tidak kunjung diperbaiki, hingga terdapat sebuah lubang besar dan menjadi kubangan air.
Salah satu warga Desa Citeureup, Suhaemi mengatakan bahwa rusaknya jalanan ini sudah cukup lama.
"Kayak gini aja kondisinya jadi ada lubang gede di tengah jalan, kalo ujan ada airnya, kadang-kadang anak-anak sini suka nanem lele di kubangannya," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (8/9/2022).
Lokasi jalanan rusak ini tepatnya berada di samping Pasar Citeureup.
Menurutnya, bila setiap hujan turun, anak-anak kecil yang tinggal disekitaran Pasar Citeureup akan menebar satu hingga dua ikan lele pada jalan yang rusak sampai menjadi kubangan air tersebut.
Suhaemi mengungkapkan bahwa kemungkinan, nantinya jalan ininakan segera diperbaiki.
"Sekarang lagi pada gak ada anak-anaknya jadi nggak naro ikan, ini kan masuknya jalan Kabupaten, kalo yang depannya jalan Provinsi, bentar lagi kebagian dibenerin kayaknya ini jalanan," katanya.
Jalan Sabilillah ini merupakan jalan penghubung antara Kecamatan Citeureup menuju ke Kecamatan Sukamakmur.
Untuk saat ini, kata Suhaemi sebagian Jalan Sabilillah sedang tahap perbaikan.
Bahkan, dengan sebagian Jalan Sabilillah yang sedang dibetonisasi, iapun berharap agar ruas jalan yang rusak hingga menjadi sebuah genangan air tersebut ingin segera diperbaiki juga.
Ia menjelaskan bahwa dengan melihat kondisi pada ruas jalan ini, kemungkinan nantinya tidak akan ditambal, melainkan akan dibeton juga seperti ruas jalan lainnya.
"Kalo ditambal kan palingan cuma bolong-booling kecil aja di jalan, kalo ini mah bolongannya gede jadi gak mungkin ditambal, pasti dibeton juga kayak jalan yang lainnya, jangan sampe ditebar ikan lagi ini jalanan," paparnya.
Pantauan wartawan TribunnewsBogor.com, pada ruas jalanan tersebut ditutup oleh kursi kayu, sehingga kendaraan roda empat tidak melewati ruas jalan yang tergenang air itu.
Lalu, pada kursi kayu tersebut, juga tampak sebuah alat pancing buatan dikaitkan pada kursi kayu itu.
"Itu sengaja kita tutup, kasian soalnya mobil-mobil kecil kalo lewat situ bempernya suka kena," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/rusak-jalaan.jpg)