Tewasnya Seorang Santri Berbuntut Panjang, Izin Operasional Ponpes Gontor Terancam Dicabut Menag

AM tewas diduga dianiaya rekannya saat acara Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum), Senin 22 Agustus 2022, lalu.

Penulis: yudistirawanne | Editor: Yudistira Wanne
Tribunnews/Jeprima
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan keterangan kepada awak media. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tewasnya seorang santri berinisial AM di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, berbuntut panjang.

AM tewas diduga dianiaya rekannya saat acara Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum), Senin 22 Agustus 2022, lalu.

Namun sebelum dinyatakan tewas dianiaya, AM dikabarkan meninggal dunia karena sakit oleh pihak Ponpes Gontor.

Bahkan, saat jenazah AM tiba di Palembang pada 23 Agustus 2022, lalu, keluarga mendapatkan surat keterangan kematian AM dari Rumah Sakit (RS) Yasfin Darusalam Gontor yang menyatakan bahwa AM meninggal akibat sakit.

Adapun surat kematian tersebut diberikan langsung oleh seseorang yang mengaku sebagai perwakilan dari Gontor saat penyerahan jenazah.

Menteri Agama bereaksi

Atas tewasnya seorang santri Ponpes Gontor, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas langsung bereaksi.

Yaqut mengatakan pihaknya telah memiliki keputusan menteri agama (KMA) terkait pesantren.

Aturan itu, kata Yaqut, telah terkandung upaya pesantren dalam melindungi para santri dan mengajarkan contoh yang baik.

"Kita sudah buat peraturan-peraturan semacam ini. Tapi kawan-kawan semua, kita harus tahu bahwa pesantren itu lembaga yang otonomi lembaga yang independen. Yang tidak bisa semua orang asal masuk ke dalamnya, enggak bisa," ucapnya dikutip dari Kompas.com, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Putranya Menimba Ilmu di Pesantren Gontor, Tubuh Soimah Lunglai Dengar Ucapan Pria di Balik Telepon

Lebih lanjut, Yaqut mengaku tengah mempersiapkan berbagai pendekatan dan pengawasan untuk menyelesaikan persoalan tindak kekerasan di lingkungan pesantren.

"Pengawasan bisa, tapi kalau disebut kita melakukan intervensi atau campur tangan yang dalam, dalam pesantren itu enggak bisa. Karena itu lembaga yang sangat independen dan tidak struktural di bawah kementerian,"kata dia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas saat ditemui di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2017).(KOMPAS.COM/KRISTIANTO ERDIANTO)
Yaqut Cholil Qoumas saat ditemui di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO ERDIANTO) (Kompas.com)

Ponpes Gontor terancam dicabut izin operasionalnya

Sementara itu, Yaqut mengatakan, jika terbukti bersalah, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor bukan tak mungkin ditutup izin operasionalnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved