Gelar Lomba Tingkat SD, Pemkot Bogor Berharap Olahraga Tradisional Bisa Mendunia

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus lestarikan olahraga tradisional.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Olahraga Tradisional yang digelar di Stadion Luar Gor Pajajaran Kota Bogor yang diikuti oleh ratusan pelajar SD di Kota Bogor, Jumat (9/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora) terus lestarikan olahraga tradisional.

Kali ini, Dispora mengemaskanya dalam perlombaan yang diikuti sekira 650 anak Sekolah Dasar (SD) Kota Bogor yang berlokasi di lapangan outdoor GOR Pajajaran.

Sekira lima cabang yang diikuti oleh ratusan pelajar SD di Kota Bogor mulai dari dagongan, egrang, terempa panjang, sumpitan, serta hadang.

Kelima cabang olahraga itu, akan diselenggarakan selama satu hari penuh pada Jumat (9/9/2022).

Ratusan pelajar ini pun terlihat sumringah mengikuti berbagai macam jenis olahraga tradisional.

"Ini kan acara invitasi olahraga tradisional bagian dari upaya Pemkot Dispora untuk melestarikan tradisional dikalangan anak anak SD yang memang kemarin kemarin sempat terhenti karena situasinya gak memungkinkan," kata Kadispora Kota Bogor Hery Karnadi saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Jumat.

Hery melanjutkan, untuk tahun ini, penyelengaraan olahraga tradisional cukup terbilang meriah.

Di mana, seluruh kecamatan di Kota Bogor ikut berpartisipasi dengan mengirimkan perwakilan dari setiap SD.

"Nah, sekarang mulai lagi cukup meriah karena seluruh kecamatan mengirimnkan pesertanya kurang lebih 100 orang per kecamatan," tambahnya.

Nantinya, setiap perwakilan yang menenangkan tiap cabang olahraga akan mendapat penghargaan serta bonus yang disiapkan.

Bahkan, jika tidak terhalang regulasi, perwakilan juara di tingkat Kota Bogor ini akan dikirimkan ke tingkat atas yakni Provinsi.

"Juaranya ada hadiahnya, berjenjang ini. Tahun-tahun sebelumnya juga berjenjang. Dari kota, provinsi, dan kirin nasional. Tapi, tahun sekarang gak ada tingkat provinsi jadi haya selesai di kota saja," tambahnya.

Meski begitu, pelaksanaan olahraga tradisional yang bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional ini pun diyakini oleh Hery bisa menjadi tonggak melestarikan olahraga tradisional.

"Tapi, kita tetap selenggarakan dengan tujuan melestrikan di kalangan anak usia dini di Kota Bogor  Kita juga bergandengan dengan pariwisata. Ini kan ada unsur budayanya. Tapi, dispora karena berjenjang tadi kita kasih juara dan mengirimkan ke jenjang yang lain," jelasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asperbang) Setda Kota Bogor, Dody Achdiat menjelaskan, bahwa pelaksanaan ini sebagai perwujudan bahwa Kota Bogor merupakan di kota ramah keluarga.

"Sesuai visi misi Pemkot Bogor bahwa Kota Bogor merupakan kota ramah anak, ramah keluarga. Nah, lewat hal ini bisa terwujud," kata Dody saat dijumpai TribunnewsBogor.com.

Oleh sebab itu, sambung Dody, kegiatan semacam ini harus memiliki nilai berkesinambungan.

"Oleh karena itu dengan adanya ini, harus ada kesinambungannya. Jadi tidak cuman selesai disini. Harus ada sosialisasinya kepada masyarakat," sambungnya.

Dody pun berharap, olahraga tradisional ini nantinya bisa terus berkembang.

"Ya siapa tau nanti ke depannya ini bisa menjadi olahraga dunia. Sepakbola misalnya. Itu juga kan dari tradisional dulu awalnya. Sekarang bisa mendunia," tandasnya (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved