Seminggu Pasca Kenaikan BBM, Antrean SPBU Kota Bogor Masih Panjang, Ternyata Ini Penyebabnya

Hingga saat ini , antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bogor masih terpantau panjang pasca kenaikan harga BBM.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Antrean kendaraan di SPBU Pajajaran, Kota Bogor, pada Sabtu (10/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Pasca Pemerintah Pusat menaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM) pada tanggal 3 September 2022 lalu, antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU) di Kota Bogor terpantau panjang.

Bahkan, hingga saat ini, Sabtu (10/9/2022) atau tepat satu minggu semenjak kenaikan BBM antrean masih kerap terjadi.

Seperti yang terjadi di SPBU 34.161.02 Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Antrean masih terjadi untuk pengisian BBM Pertalite dan Pertamax.

Namun, pantauan TribunnewsBogor.com di lokasi, antrean ini hanya terjadi kepada kendaraan roda empat saja.

Bahkan, antrean itu cukup mengular panjang.

Antrean itu justru tidak terjadi pada kendaraan roda dua.

Terpantau, kendaraan roda dua masih lancar terutama untuk kendaraan yang membeli Pertalite.

Kepala Pengawas SPBU Irawan mengatakan, memang semenjak naik per tanggal 3 September, antrean terjadi pada kendaraan roda empat.

"Kalau motor di sini ( SPBU) enggak. Tapi, kalau mobil memang selalu ada antrean saat mengisi," kata Irawan kepada TribunnewsBogor.com.

Antrean itu, sambung Irawan, disebabkan karena penggunaan aplikasi pada mesin EDC saat pengisian.

Di mana saat ini, pembeli menggunakan aplikasi saat mengisi bensin.

"Kalau di sini kan khusus mesinnya untuk motor. Jadi, gak usah pakai aplikasi. Kalau mobil kan harus pakai aplikasi terutama yang subsidi belinya. Jadi, bukan karena error, tapi ya karena waktu aja," ungkapnya.

"Kecuali pengisian motor dan mobilnya satu mesin. Itu pasti ada antrean panjang dari motor dan mobil itu," imbuhnya.

Namun, antrean panjang yang kerap kali terjadi ini, tidak mempengaruhi stok ketersediaan.

Diakui Irawan, untuk stok ketersediaan, sampai saat ini masih terbilang aman dan normal.

"Saat naik pun stok aman sampai sekarang. Gak pernah habis. Soalnya kan dari Pertamina limpahan stoknya banyak. Jadi, aman dan normal. Masayarakat gausah panik kehabisan," tandasnya (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved