Cerita Lagu Terbaru Efek Rumah Kaca Berjudul Heroik, Bentuk Kekesalan Pada Pejabat: Tipu Kelas Teri

Heroik sendiri merupakan rilisan single terbaru dari ERK dan Idiiw Record yang merupakan label rekaman bentukan ERK sendiri.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Efek Rumah Kaca saat memunculkan kekesalannya kepada publik figure yang saat ini menampilkan aksi tipu-tipu kelas teri lewat lagu terbarunya yang berjudul Heroik. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Band Efek Rumah Kaca ( ERK) membawakan lagu terbarunya 'Heroik' dalam acara Talkshow dan Konser Amal bersama BEM KM IPB university dan Pesantren Ekologi di Auditorium FMipa IPB University, Minggu (11/9/2022).

Band yang digawangi oleh Cholil Mahmud, dkk ini, sukses menyuntik para penonton dalam lagu yang berjudul Heroik ini.

Heroik sendiri merupakan rilisan single terbaru dari ERK dan Idiiw Record yang merupakan label rekaman bentukan ERK sendiri.

Dengan lagu barunya ini, ERK tetap menampilkan isu sosial yang dikemas dalam nuansa yang agak sedikit berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya.

Cholil Mahmud vokalis ERK menceritakan, lagu heroik ini merupakan bentuk kekesalan mereka terhadap apa yang terjadi di publik.

Di mana, saat ini, banyak publik figure, pejabat, tokoh, menampilkan 'aksi tipu-tipu kelas teri' kepada publik lain.

Di mana, elemen tersebut kini malah banyak menontonkan heroisme kosong dan penuh pamrih kepada masyarakat.

"Banyak banget. Hal hal yang kehidupan sehari hari seolah-olah demi kepentingan yang mulia padahal maksud lain. Tipu tipu kelas teri lah menurut kami. Jadi, banyak banget," kata Cholil kepada TribunnewsBogor.com.

Respon itu lah, yang menjadi gagasan utama band skena Indie ini untuk meluncurkan Heroik.

Berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakan, sambung Cholil, berbagai kasus heroisme itu berhasil direkam dalam kurun waktu ini.

Mulai dari kasus polisi tembak polisi, hingga kasus Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu.

"Kalau dari mention postingan kami di IG, singkatnya kasus polisi ga menahan Ibu Putri karena masi punya anak. Tapi, banyak banget ibu-ibu diluar sana pernah punya kasus sama tapi ditahan. Nah, itu gugur langsung. Sehingga bukan karena punya balita tapi karena punya power dan pendekatan khusus polisi.

"Terus kasus Citayam Fashion Week didaftarain untung gagal. Dalihnya apa. Itu supaya terkenal dan buat acara. Padahal, kalau nanti orang pakai harus izin sama dia," tegasnya.

Dalih-dalih seperti itu, dirasa bukan aksi heroik melainkan aksi tipu-tipu.

"Sebenernya dalih dalih seperti itu yang mencari keuntungan sendiri. Seolah heroik demi sesuatu yang mulia. Padahal mencari keuntungan," tambahnya.

Cholil pun menegaskan, bahwa lewat lagu ini, bisa membuka mata masyarakat terkait aksi heroisme penuh kekosongan.

"Sekarang apa masih jaman tipu-tipu kelas teri kayak gini. Engga banget menurut kami," tegasnya (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved