Tertawakan Aksi Hacker Bjorka Bocorkan Data Pejabat hingga Kasus Munir, Mahfud MD: Itu Bukan Rahasia

Sambil tertawa kecil, Mahfud MD mengakui bahwa ia sudah mengetahui kabar soal Hacker Bjorka yang membocorkan info soal data pejabat.

Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
kolase Youtube
Mahfud MD tertawa tanggapi aksi hacker Bjorka bocorkan data pejabat negara hingga kasus Munir. Menko Polhukam ungkap penjelasan soal tindakan negara kepada sang hacker 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan ( Menkopolhukam) Mahfud MD akhirnya menanggapi aksi sebuah akun bernama Bjorka @bjorkanism yang membocorkan data pejabat ke publik.

Dalam konferensi pers hari ini, Senin (12/9/2022), Mahfud MD bahkan tertawa saat hendak menanggapi kehebohan yang ditimbulkan oleh akun yang mengklaim dirinya sebagai Hacker.

Seperti diketahui, akun Hacker Bjorka di Twitter santer membuat ulasan terkait data pejabat Indonesia.

Bahkan yang terbaru, akun Twitter Bjorka @bjorkanism membocorkan identitas terduga dalang di balik kasus Munir.

Namun tak berselang lama, akun Bjorka justru hilang misterius.

Akun Twitter Bjorka @bjorkanism hilang atau ditangguhkan Twitter pada Minggu (11/9/2022) sore.

Sebelumnya Bjorka menjadi trending topic Twitter pada Minggu pagi.

Hal itu karena Bjorka mengklaim mengungkap dalang pembunuh Munir.

Nama, nomor telepon, email, NIK, hingga data vaksin otak pembunuh Munir pun sempat dibongkar.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Munir Versi Bjorka Vs Hasil Putusan Pengadilan, Sang Hacker Tagih Janji Jokowi

Tanggapan Mahfud MD

Terkait kehebohan dari Hacker Bjorka, Mahfud MD mengurai respon santai.

Sambil tertawa kecil, Mahfud MD mengakui bahwa ia sudah mengetahui kabar soal Hacker Bjorka yang membocorkan info soal data-data warga tanah air.

Hal tersebut rupanya juga sudah diselidiki tim ahli dari Menkopolhukam.

Dalam keterangannya, Mahfud MD bahkan tak menampik bahwa kebocoran data di negeri ini memang sedang marak terjadi.

Menkopolhukam Mahfud MD
Menkopolhukam Mahfud MD (Youtube Karni Ilyas Club)

"Soal bocornya data negara. Itu nanti masih akan, saya pastikan bahwa itu memang terjadi. Saya sudah dapat laporannya dari BSSN, dari analisa deputi 7 saya, terjadi di sini, di sini," ujar Mahfud MD dilansir TribunnewsBogor.com dari siaran langsung tayangan Kompas TV.

"Tetapi (kebocoran data) itu memang terjadi di dukcapil dan beberapa tempat," sambungnya.

Namun menurut Mahfud MD, kebocoran data yang diurai akun Bjorka itu bukan seperti klaimnya.

Diakui Mahfud MD, data yang konon diretas Hacker Bjorka adalah data yang sebenarnya bisa diakses semua orang.

Baca juga: Heboh Aksi Hacker Bjorka Klaim Bobol Ribuan Dokumen Milik Presiden Jokowi, Ini Penjelasan BIN

Terkait dengan klaim dari Bjorka soal meretas data pejabat tanah air, Mahfud MD menyebut pemerintah sedang mendalaminya.

"Tapi, itu bisa juga, sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia. Bisa diambil dari mana-mana, cuma kebetulan kan sama. Nanti masih akan didalami, pemerintah masih rapat tentang ini," kata Mahfud MD.

Namun sejauh ini diungkap Mahfud MD, aksi Hacker Bjorka belum membahayakan kestabilan tanah air.

Sebab data-data yang diklaim Hacker Bjorka telah ia retas diakui Mahfud MD adalah bukan rahasia negara.

"Belum ada yang membahayakan dari isu-isu yang muncul kan yang sudah ada di koran tiap hari, ini gini, kan cuma itu aja, ndak ada yang rahasia negara," ungkap Mahfud MD.

"Kalau saya baca dari yang beredar. Itu bisa saja kebetulan sama, dan kebetulan bukan rahasia juga, cuma dokumen biasa dan terbuka," sambungnya.

tangkapan layar akun Twitter Bjorka, @bjorkanism ditangguhkan oleh Twitter pada Minggu, 11 September 2022. (twitter)

Deretan Kontroversi Akun Hacker Bjorka

Sebelum viral di awal September 2022, Hacker Bjorka telah melayangkan aksinya sejak akhir Agustus 2022.

Akun Hacker Bjorka menyebar sejumlah informasi terkait data sensitif yang dimiliki pejabat.

Data sensitif milik warga Indonesia tersebut diklaim Bjorka diperoleh dari beberapa sumber resmi, misal dari operator internet Indihome, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan proses registrasi kartu SIM (SIM Card).

Awalnya, Bjorka membagikan sejumlah data sensitif itu melalui Breached Forums, sebuah forum diskusi online yang beralamatkan di “breached.to”.

Baca juga: Bongkar Kasus Munir hingga Bocorkan Identitas Sang Dalang, Akun Twitter Bjorka Hilang Misterius

Di akun Breached Forums, Hacker Bjorka juga menyebar dokumen atau surat penting yang diklaim milik Presiden Indonesia.

Di Breached Forums, Bjorka kembali membagikan data sensitif pada 9 September 2022.

Namun, data yang dibagikannya kali ini bukanlah data pribadi milik warga Indonesia, melainkan data berupa dokumen negara yang diklaim milik Presiden Joko Widodo.

Bjorka mengklaim dirinya memiliki beberapa dokumen dalam file terkompres sebesar 40 MB, dengan judul seperti "Permohonan Dukungan Sarana dan Prasarana", "Surat Rahasia kepada Presiden dalam amplop tertutup", dan sebagainya.

Menanggapi kasus ini, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono memastikan bahwa tidak ada satu pun dokumen surat menyurat Presiden Joko Widodo yang diretas, sebagaimana dilansir Kompas.com, pada Sabtu (10/9/2022).

Johnny Plate saat memberikan keterangan setelah dipanggil ke Istana Kepresidenan, Selasa (22/10/2019).
Johnny Plate saat memberikan keterangan setelah dipanggil ke Istana Kepresidenan, Selasa (22/10/2019). ((YouTube/KOMPAS TV))

Doxing pejabat publik

Usai menyebar data para pejabat, Hacker Bjorka kembali berulah.

Kali ini, Bjorka membagikan data pribadi yang diduga milik sejumlah pejabat publik Indonesia melalui grup Telegram miliknya.

Aksi doxing (membagikan data pribadi seseorang untuk menyerangnya) Bjorka dilakukan sepanjang akhir pekan lalu, dari tanggal 10 hingga 11 September 2022.

Ia membagikan data pribadi tersebut dengan melampirkan pesan khusus ke pihak terkait.

Data pribadi milik pejabat publik yang dibagikannya di grup Telegram meliputi nama lengkap, nomor KTP, nomor KK, nama orang tua, alamat rumah, tempat dan tanggal lahir, status agama, riwayat pendidikan, dan sebagainya.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Munir Versi Bjorka Vs Hasil Putusan Pengadilan, Sang Hacker Tagih Janji Jokowi

Adapun sejumlah nama pejabat publik yang jadi sasaran aksi doxing dari Bjorka ini adalah sebagai berikut:

- Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika

- Puan Maharani, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat

- Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo

- Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia

- Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara

Sebelum melangsungkan aksi doxing ini, Bjora sempat membuat akun Twitter dengan handle @bjorkanism pada bulan ini, dengan cuitan pertama bertuliskan "Sup Everyone (Halo Semua)" yang diunggah tanggal 8 September 2022.

Di akun Twitter tersebut, Bjorka membagikan sejumlah pesan ke pejabat publik dan dibarengi menyebar data pribadinya lewat grup Telegram.

Salah satu contoh pesan itu, ia bagikan untuk Puan Maharani dengan tulisan,

"Bagaimana kabar Anda, bu @puanmaharani_?, bagaimana rasanya merayakan ulang tahun saat banyak orang yang protes harga BBM tepat di depan kantor anda?" tulis Bjorka di akun Twitter dengan handle @bjorkanism, pada Minggu (11/9/2022).

Bjorka juga membagikan pesan ucapan selamat ulang tahun ke Johnny G. Plate lewat akun Twitternya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved