21 Titik di Kota Bogor Diterjang Bencana Akibat Cuaca Ekstrem, Banjir Lintasan hingga Tanah Longsor

Cuaca ekstrem membuat sejumlah wilayah Kota Bogor terkena imbasnya. Teranyar, 21 bencana alam yang diakibatkan cuaca ekstrem itu terjadi pada Minggu.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Ramdhani
Tanah longsor yang terjadi di Jembatan Satu, Kota Bogor, akibat cuaca ekstrim yang menerjang pada Minggu (11/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Cuaca ekstrem membuat sejumlah wilayah Kota Bogor terkena imbasnya.

Teranyar, 21 bencana alam yang diakibatkan cuaca ekstrem itu terjadi pada Minggu (11/9/2022).

Mulai dari banjir lintasan, sampai tanah longsor menerjang Kota Bogor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Teofilo Patrocinio Freitas menjelaskan, dari 21 titik itu banjir lintasan dan tanah longsor menjadi bencana paling parah efeknya.

"Untuk keseluruhan memang paling parah itu ada tiga daerah. Itu semua banjir lintasan. Parahnya, airnya itu cukup banyak.Mulai dari Cikaret arah Pasir Kuda, dan Mulyaharja juga parah. Yang tersisa longsor Cibereum, dan longsor di Jembatan Satu," kata Teo saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Selasa (13/9/2022).

Beberapa rumah, sambung Theo, terkena imbas banjir lintasan.

"Airnya menggenangi sampai membuat beberapa rumah rusak akibat banjir lintasan," sambungnya.

Untuk tanah longsor, kondisinya pun terlihat cukup parah.

Dimana saat ini, tanah longsor itu menghambat akses kendaraan dan masyarakat.

"Untuk dua titik longsor itu saat ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Tapi, kendaraan roda dua masih bisa melaluinya," ungkapnya.

Berbagai upaya, sambung Teo, saat ini mulai dilakukan terhadap lokasi bencana yang menerjang Kota Bogor.

Pihaknya, langsung melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait.

"Kita langsung kordinasi dengan PUPR dan Disperumkim. Mungkin jangka pendeknya kita kasih terpal dulu. Jadi, hampir sama modelnya, nanti mereka melakukan verifikasi, menghitung, kira kira lokasi mana yang cepat ditangani dengan anggaran yang sudah ada dan mana yang memerlukan anggaran tambahan BTT," jelasnya.

Meski begitu, saat ini, penanganan sementara sudah dilakukan di titik-titik yang terlihat cukup parah.

Termasuk, melakukan upaya rekayasa lalu lintas sementara di dua titik longsor yang terjadi.

"Kita sudah pasangi terpal. Kemudian, kita juga sudah koordinasi dengan Dishub untuk lakukan rekayasa sementara. Karena kan mobik tidak bisa lewat situ," tandasnya (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved