IPB University

Cara Produksi Kopi Bubuk Enak dan Halal, Dosen IPB University Bagikan Tips Pengolahannya

Peserta diajarkan untuk memilih jenis kopi dan buah kopi yang cocok, cukup tingkat kematangannya, sortasi, fermentasi dan penjemuran yang baik.

Editor: Tsaniyah Faidah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi - Dosen IPB University menggelar pelatihan cara memproduksi kopi bubuk yang enak dan halal kepada masyarakat di Desa Cemplang, Kabupaten Serang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dosen IPB University menggelar pelatihan cara memproduksi kopi bubuk yang enak dan halal kepada masyarakat di Desa Cemplang, Kabupaten Serang.

Mereka adalah Dr Ir Akhmad Endang Zainal Hasan, MSi, Prof Khaswar Syamsu dan Dr Dimas Andrianto, MSi.

Pelatihan ini merupakan bagian dari pengabdian dosen IPB University dalam skema Dosen Pulang Kampung 2022.

Ketua Tim Pengabdian Dosen IPB University di Desa Cemplang, Dr Akhmad mengatakan bahwa pelatihan ini diikuti oleh para ketua RT dan RW serta karang taruna.

Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada para peserta mengenai cara membuat dan memproses biji kopi menjadi kopi bubuk yang enak dan halal.

“Pelatihan membuat kopi bubuk yang kami pilih karena di Desa Cemplang, banyak sekali masyarakat yang menanam pohon kopi terutama yang ditanam sebagai pagar di kebun-kebun mereka. Di wilayah Kecamatan Ciomas, ini banyak ditanam kopi dari jenis Robusta dan Arabika,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini buah kopi tersebut dijual sebagai buah kopi segar atau biji kopi mentah ke pasar atau tengkulak.

Padahal kalau dibuat kopi bubuk bisa memberikan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, terutama para remaja dan petani desa tersebut.

Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan untuk memilih jenis kopi dan buah kopi yang cocok, cukup tingkat kematangannya, sortasi, fermentasi dan penjemuran yang baik sehingga biji kopi kering siap dilakukan penyangraian.

“Kami juga menyediakan beberapa hasil kopi yang siap disangrai, alat penyangrai, alat penumbuk kopi hasil sangrai dan alat untuk menyajikan kopi siap untuk diminum. Kita juga melakukan uji panelis untuk melihat ketertarikan masyarakat dengan hasil kopi bubuk yang diproses tersebut,” tambahnya.

Selain proses pengolahan, peserta juga mendapatkan materi tentang pemasaran, baik secara online maupun offline.

“Dengan cara demikian, diharapkan mereka kelak menjadi pengusaha yang sukses mengolah kopi hingga dipasarkan untuk pasar global,” tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved