'Tidak Bisa Ngomong, Cuma Nangis' Ibunda Santri Gontor yang Anaknya Tewas Dianiya Ingin Peluk Pelaku

Disisi lain, Soimah berharap bisa bertemu dengan kedua orang pelaku yang telah menganiaya anaknya hingga tewas.

Penulis: Damanhuri | Editor: Yudistira Wanne
Kolase Tribun Bogor/istimewa/Kompas.com
Soimah, ibunda AM yang Anaknya Tewas Dianiya Ingin Peluk Pelaku 

"Selanjutnya sebagaimana harapan keluarga, semoga pelaku diproses hukum setimpal dengan perbuatannya," ujar dia.

Sedari awal, keluarga korban sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Saat disinggung kemungkinan adanya pertemuan antara keluarga korban dan pelaku, menurut Titis, bila hal itu diharapkan terjadi maka keluarga pelaku yang harus mengupayakannya.

"Kalau mau bertemu, ya harusnya keluarga pelaku yang mencari keluarga korban di Palembang. Ajak bicara baik-baik. Tapi sejauh ini belum ada dari keluarga pelaku yang menghubungi keluarga korban," ujarnya.

Sebelum penetapan tersangka, rombongan perwakilan pengurus PMDG yang diketuai DRS KH Akrim Mariyat berziarah ke makam AM di Palembang, Jumat (9/9/2022).

Saat itu, Akrim enggan berkomentar banyak termasuk adanya dugaan pemalsuan dalam surat keterangan kematian yang dikeluarkan Rumah Sakit (RS) Yasyfin Darussalam Gontor di Ponorogo Jatim.

Dalam surat keterangan itu dituliskan AM meninggal dunia karena sakit yang ditandatangani dokter berinisial MH.

Terkait surat kematian tersebut, Titis mengatakan keluarga sedang mempertimbangkannya apakah akan dilanjutkan ke ranah hukum atau tidak.

"Sampai sekarang masih jadi pertimbangan. Apakah dokter waktu itu benar melakukan pemeriksaan medis. Jika ada penyimpangan, mungkin akan kita proses hukum," ujarnya.

"Ketika orang mengeluarkan surat keterangan kematian, pasti ada pemeriksaan apa. Nah, sampai sejauh ini kami belum tahu ada rekaman medisnya seperti apa," katanya menambahkan.

Tersangka penganiaya santri Ponpes Gontor Ponorogo hingga meninggal dunia saat dibawa polisi, Senin (12/9/2022).
Tersangka penganiaya santri Ponpes Gontor Ponorogo hingga meninggal dunia saat dibawa polisi, Senin (12/9/2022). (SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti)

Terpisah, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan pihak kepolisian masih akan melakukan penyidikan dalam kasus penganiayaan AM (17), santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) hingga meninggal dunia.

Nico mengatakan, dalam lanjutan penyidikan nanti tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka.

"Dalam proses penyidikan apakah dua orang yang ditetapkan tersangka ini bisa menyeret orang lain atau tidak. Bagaimana tanggung jawab pondok, ini masih proses," kata Nico, Senin (12/9/2022) melansir Surya.co.id

Nico juga mendapatkan informasi terkait rencana kedatangan keluarga korban ke Ponorogo yang nantinya bisa diambil keterangannya, sehingga bisa melengkapi proses penyidikan yang sedang berjalan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved