Info BPJS Kesehatan

Cerita Pak Ahmad Peserta JKN di Bogor, Iuran Tak Terbayar Program REHAB Jadi Penyelamat

Tim Jamkesnews menyampaikan Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) untuk meringankan pembayaran peserta yang memiliki tunggakan iuran.

istimewa/Jamkesnews
Akhmad Fatih, peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang usahanya gulung tikar akibat pandemi Covid-19. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama hampir 2,5 tahun menyebabkan perubahan di kehidupan masyarakat. 

Selain dari sisi kesehatan, pandemi Covid-19 juga merontokkan prekonomian.

Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan membuat aktifitas usaha terganggu.

Salah satunya dialami  Akhmad Fatih (32) yang usahanya gulung tikar.

Salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berdomisili di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor ini menceritakan kepada tim Jamkesnews kendala yang membuatnya kesulitan dalam membayar iuran secara rutin setiap bulan.

“Sudah lama saya dan keluarga terdaftar Program JKN dari sebelumnya terdaftar di kantor, karena kami termasuk peserta yang mengandalkan pelayanan kesehatan dari Program JKN. Dari mulai sakit batuk pilek sampai alhamdulillah kelahiran anak kedua saya dijamin penuh Program JKN. Sebelumnya saya terdaftar di kelas 1, karena pandemi dan pemasukan berkurang jadi saya dan keluarga turun di kelas 3 sampai sekarang kesulitan bayar iuran karena kondisi ekonomi yang tidak stabil,” ujar Akhmad Fatih, Jumat (17/6/2022)

Pria yang memiliki 3 orang anak ini menyadari pentingnya terdaftar sebagai peserta aktif Program JKN.

Namun kesulitan ekonomi membuat Akhmad memilih mengutamakan kebutuhan pokok keluarga dibandingkan dengan membayar iuran.

Tim Jamkesnews menyampaikan Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) untuk meringankan pembayaran peserta yang memiliki tunggakan iuran lebih dari 3 bulan.

Mengetahui hal tersebut ia berpikir REHAB merupakan jalan keluar baginya untuk mengaktifkan kembali kartu kepesertaannya dan keluarga.

“Saat masih bekerja di kantor iurannya otomatis dibayar kantor namun ketika pandemi dan menjalankan usaha sendiri saya merasakan beratnya membayar iuran untuk sekeluarga. Saya biarkan iuran terus tergulung sekaligus khawatir setiap bulan memastikan keluarga tetap sehat. Mengetahui adanya Program REHAB membuat saya tidak berpikir dua kali untuk ikut mendaftar. Saya emang sudah ada niat untuk bayar tunggakan sebelum sakit, namun kalau langsung sekaligus rasanya memberatkan,” tambah Akhmad Fatih.

Selain itu, pengalaman sang istri yang pernah masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satu rumah sakit di Sukabumi karena gejala DBD membuat Akhmad sadar pentingnya terdaftar aktif Program JKN.

Ia yang kini bekerja serabutan untuk menghidupi keluarga memiliki jalan keluar untuk tetap terjamin Program JKN.

Pada akhir cerita ia berencana untuk mendaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) karena menurutnya dari pada kepesertaannya tidak aktif dengan tagihan yang terus berjalan, lebih baik disesuaikan dengan kondisi ekonomi menjadi tanggungan pemerintah.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved